Listrik Hambat Pengembangan PT KIMA
Senin, 17 Oktober 2011 19:15 WIB
Makassar (ANTARA News) - Pasokan energi listrik yang masih terbatas, menjadi penghambat utama dalam mengembangkan PT Kawasan Industri Makassar (KIMA).
"Listrik di KIMA sangat terbatas hanya sampai pukul 17.00 WITA, ini menjadi hambatan utama," kata Sekretaris Komisi C DPRD Sulsel, Ariady Arsal, usai melakukan peninjauan komisi di PT KIMA di Makassar, Senin.
Menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, keterbatasan energi listrik, mengakibatkan industri di KIMA hanya bisa beroperasi pada siang hari.
Disisi lain, saat ini kapasitas listrik Sulsel sangat terbatas, hanya 615 Mega Watt (MW) atau hanya surplus 15 MW dari kebutuhan 600 MW.
Apalagi, di musim kemarau saat ini pasokan listrik dari PLTA Bakaru di Kabupaten Pinrang, hanya beroperasi maksimal saat malam hari, satu mesin pembangkit terpaksa dimatikan saat siang hari untuk menampung air.
Ariady menduga, keterbatasan listrik, menjadi salah satu penyebab beberapa investor di KIMA belum juga membangun kawasannya selama 18 tahun.
"KIMA harus evaluasi pelayanan, jangan sampai adanya investor ini karena layanan kurang, misalnya, masalah listrik yang harus segera dituntaskan," ujarnya.
Dalam pertemuan dengan Direksi PT KIMA, lanjut dia, komisi C mendapat informasi terbaru, tentang rencana pengembangan Kawasan Industri Makassar-Maros (KIMAMA).
Pemprov Sulsel di 2011 mendapatkan bagian laba atas penyertaan modal di PT KIMA sebesar Rp178 juta.
(T.pso-099/S016)
"Listrik di KIMA sangat terbatas hanya sampai pukul 17.00 WITA, ini menjadi hambatan utama," kata Sekretaris Komisi C DPRD Sulsel, Ariady Arsal, usai melakukan peninjauan komisi di PT KIMA di Makassar, Senin.
Menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, keterbatasan energi listrik, mengakibatkan industri di KIMA hanya bisa beroperasi pada siang hari.
Disisi lain, saat ini kapasitas listrik Sulsel sangat terbatas, hanya 615 Mega Watt (MW) atau hanya surplus 15 MW dari kebutuhan 600 MW.
Apalagi, di musim kemarau saat ini pasokan listrik dari PLTA Bakaru di Kabupaten Pinrang, hanya beroperasi maksimal saat malam hari, satu mesin pembangkit terpaksa dimatikan saat siang hari untuk menampung air.
Ariady menduga, keterbatasan listrik, menjadi salah satu penyebab beberapa investor di KIMA belum juga membangun kawasannya selama 18 tahun.
"KIMA harus evaluasi pelayanan, jangan sampai adanya investor ini karena layanan kurang, misalnya, masalah listrik yang harus segera dituntaskan," ujarnya.
Dalam pertemuan dengan Direksi PT KIMA, lanjut dia, komisi C mendapat informasi terbaru, tentang rencana pengembangan Kawasan Industri Makassar-Maros (KIMAMA).
Pemprov Sulsel di 2011 mendapatkan bagian laba atas penyertaan modal di PT KIMA sebesar Rp178 juta.
(T.pso-099/S016)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PT KIMA tanam 2.000 bibit mangrove di Ekowisata Lantebung peringati Hari Mangrove Sedunia
28 July 2025 11:34 WIB, 2025
Pemprov Sulsel gandeng PT Bomar dan OJK tingkatkan produksi udang Sulsel
16 May 2024 21:23 WIB, 2024
Pemprov Sulsel dan PT Bomar kolaborasi jadikan Sulsel produsen udang terbesar
16 May 2024 19:54 WIB, 2024
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
Bawaslu : 443 ASN terlapor terkait netralitas tahapan pemilu dan pilkada di Sulsel
01 September 2026 5:13 WIB
Ketahanan nasional di era disrupsi, HIMAPEM FISIP Unhas dorong kolaborasi lintas sektor
28 August 2026 8:52 WIB