Bawaslu periksa Danny terkait kampanye kolom kosong

id bawaslu,periksa danny terkait kolom kosong

Komisioner Bidang Hukum dan Penindakan Bawaslu Sulsel Azry Yusuf (dok Antara Sulsel/Muh Hasanuddin)

Pak wali kota dalam hal ini sebagai terlapor dan pemeriksaan pertama yang kami lakukan itu hanya sebatas klarifikasi atas laporan tersebut
Makassar (Antaranews Sulsel) - Tim Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sulawesi Selatan memeriksa Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto terkait adanya aduan mengenai kampanye kolom kosong pada pemilihan kepala daerah 2018.

"Pak wali kota dalam hal ini sebagai terlapor dan pemeriksaan pertama yang kami lakukan itu hanya sebatas klarifikasi atas laporan tersebut," ujar Komisioner Divisi Hukum dan Penindakan Bawaslu Sulsel Azry Yusuf di Makassar, Selasa.

Ia mengatakan Danny Pomanto dilaporkan oleh tim kuasa pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin-Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) ke Bawaslu RI.

Namun karena pertimbangan bahwa perkara yang dilaporkan itu berada di wilayah Makassar sehingga Bawaslu RI melimpahkan penanganan perkara itu ke Bawaslu Sulsel.

"Awalnya ini permasalahan dilaporkan di Bawaslu RI yang kemudian dilimpahkan ke kami di Bawaslu Sulsel. Kami pun langsung merespons setelah adanya pelimpahan itu," katanya.

Azry menyatakan dugaan pelanggaran dalam pelaporan adalah pasal 71 ayat 1 dan 3 Undang Undang Nomor 10 Tahun 2006 tentang pemilihan kepala daerah.

Dia menjelaskan dalam undang-undang itu, pejabat daerah baik gubernur, bupati, wali kota, dan aparatur sipil negara (ASN) dilarang menggunakan hak dan jabatannya untuk merugikan kandidat pasangan calon lain.

"Untuk sementara ini masih pemeriksaan sebatas klarifikasi dan nanti pada tahap selanjutnya dilakukan pemeriksaan lanjutan apakah ada unsur pelanggarannya ataukan tidak," ucapnya.

Usai pemeriksaan, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengatakan jika kehadirannya di Bawaslu Sulsel karena adanya undangan pemanggilan untuk mengklarifikasi laporan yang diterimanya.

"Ada dua laporan yang disangkakan yakni ada pergerakan dukungan kolom kosong dari saya dan sujud syukur setelah `quick count` (perhitungan cepat). Bagaimana bisa saya sujud syukur ini bisa merubah suara, itu kan juga ibadah," ujarnya.

Danny -- sapaan akrab Ramdhan Pomanto mengaku jika dalam pemeriksaannya itu dirinya dicecar 20 pertanyaan oleh tim Gakkumdu mengenai dugaan keterlibatan dalam menggerakkan pemenangan kolom kosong.
Pewarta :
Editor: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar