Pakar : sampah-pemanasan global ancaman wisata bahari

id pakar sampah

Pakar asal Malaysia Prof Ahmad Fuad Bin Mat Som (kanan) bersama sejumlah pemateri pada seminar nasional wisata bahari di Makassar, Selasa(18/9). (Foto ANTARA/Abd Kadir/18)

Makassar (Antaranews Sulsel) - Pakar asal Malaysia Prof ?Ahmad Fuad Bin Mat Som mengatakan ada sejumlah faktor yang menjadi ancaman bagi keberlangsungan wisata bahari yang tengah dibangun sejumlah negara termasuk Indonesia.

Prof Ahmad Fuad Bin Mat Som di Makassar, Selasa, mengatakan sudah menjadi keharusan bagi setiap negara untuk fokus menjaga agar wisata bahari yang menjadi destinasi unggulan untuk dapat dijaga keberlanjutannya hingga masa yang akan datang.

"Namun upaya untuk menjaga keberlanjutan wisata bahari itu belakang ini mendapatkan banyak ancaman baik itu soal sampah dari laut ataupun pemanasan global," katanya.

Ia menjelaskan, untuk beberapa destinasi wisata seperti pantai di Bali juga telah merasakan dampak dari banyaknya sampah yang berasal dari laut yang telah dibuang orang yang tidak bertanggung jawab.

Dengan kondisi pantai yang kotor tentu akan membuat wisatawan baik lokal ataupun asing tidak tertarik. Inilah yang harus menjadi perhatian bersama demi keberlangsungan destinasi wisata bahari yang menajid pemasukan sejumlah daerah di Indonesia.

Sementara ancaman lain, kata dia, yakni dampak dari pemanasan global. Menurut dia, beberapa artikel telah menjelaskan jika mencairnya es di wilayah kutub kemungkinan akan menghadirkan lahirnya banyak bibit penyakit.

Segala jenis bibit penyakit masa lalu yang sebelumnya terpendam dalam es, tentu akan lepas seiring mencairnya lapisan es di daerah kutub Selatanelatan dan Utara.

Bibit penyakit baru itu telah menulari berbagai hewan yang tentu ikut berdampak bagi kehidupan biota laut.

"Bangkai binatang (dari es mencair) menimbulkan bibit penyakit atau kuman yang muncul dan menjangkiti manusia," katanya.
Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar