Pemerintah Sulbar ajak masyarakat pelihara pohon

id pemprov sulbar,pelihara pohon,wagub sulbar,enny anggraeni anwar,tanam pohon

Wagub Sulbar Enny Anggraeni Anwar (kiri) pada Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional Tahun 2018 tingkat Provinsi Sulbar di Kompleks LANAL Mamuju, Jum’at (7/12/2018). (FOTO/Pemprov Sulbar)

Mamuju (Antaranews Sulbar) - Pemerintah Provinsi Sulawe Barat mengajak seluruh komponen bangsa untuk menanam dan memelihara pohon secara berkelanjutan.

"Tanam dan pelihara pohon secara berkelanjutan, untuk mitigasi perubahan iklim dan merehabilitasi hutan dan lahan," kata Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulbar, Fakruddin di Mamuju, Rabu.

Ia mengatakan pananaman pohon perlu dilakukan sebagai sarana edukasi, peningkatan kepedulian, kemampuan dan kemandirian seluruh komponen bangsa akan pentingnya menanam pohon dan memeliharanya.

Menurut dia, ?menanaman pohon selalu menjadi sebuah kegiatan yang penting, untuk mengembalikan vegetasi lahan dan hutan yang terdegrasi.

"Menanam pohon se-Indonesia termasuk di Sulbar bertujuan menjaga dan melestarikan alam dalam rangka mengembalikan kondisi vegetasi sebagai upaya dan tindakan menyeluruh yang diperlukan bagi pemulihan aliran daerah sungai (DAS).

Wakil Gubernur Sulbar, Enny Angraeni Anwar, juga berharap agar pohon tidak hanya ditanam, tapi juga harus dipelihara.

"Setelah kejadian banjir besar beberapa bulan yang lalu tentunya himbauan kita kepada masyarakat jangan menebang pohon sembarang tempat, khususnya di hulu sungai dan juga untuk tanah agar tidak longsor," katanya.

Ia mengatakan perlu diketahui secara seksama selaku manusia yang berkewajiban menjaga lingkungan tidak cukup hanya menanam pohon belaka, tetapi perlu memiliki tujuan besar dengan melakukan pemulihan kondisi lahan atau hutan secara luas.

"Kalkulasi kerugian ekonomi telah dilakukan untuk menilai dampak dari kerusakan DAS, dimana kerugian akibat erosi di pulau jawa pada tahun 2005 sudah mencapai 400 Juta dolar AS per tahun, indeks ketersediaan air Jawa dan Bali mencapai 60 persen penduduk indonesia bermukim, berdasarkan survei 1986 sebesar 1.750 m3 per kapita setiap tahun dan sudah termasuk kategori kritis menurut klarifikasi intitut sumber daya air dunia.

Sedangkan laju pertumbuhan penduduk rata-rata, menurut dia, 1,1 persen per tahun hal tersebut menunjukkan krisis sumber daya air yang akan terjadi bila kerusakan DAS terus berlangsung.

"Dengan adanya bulan tanam ini, saya juga mengharapkan kepada kepala dinas kehutanan bagaimana mengedukasi masyarakat untuk menjaga lingkungan hidup dan tidak menebang pohon sembarangan dan juga mari menanam sebanyak-banyaknya dan menjaga lingkungan demi generasi kedepan," kataya.
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar