BMKG : nelayan diimbau waspada gelombang tinggi

id bmkg,gelombang tinggi,cuaca ekstrem,wilayah i makassar,Asriani Idrus

Sejumlah perahu nelayan bersandar di muara Sungai Jenneberang Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (27/12/2018). Nelayan di daerah tersebut memanfaatkan waktu tidak melaut akibat gelombang tinggi yang terjadi sepekan terakhir dengan memperbaiki jaring ikan dan membenahi perahu mereka. ANTARA FOTO/Arnas Padda/YU/hp.

Makassar (Antaranews Sulsel) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar kembali mengimbau nelayan untuk terus waspada terhadap cuaca ekstem dengan gelombang tinggi dan untuk sementara tidak melaut sampai keadaan normal.

"Sejumlah perairan di wilayah sulawesi masuk dalam kategori gelombang tinggi menengah hingga mencapai empat meter. Masyarakat nelayan diimbau sementara tidak melaut utamanya menggunakan kapal kecil," kata Prakirawan BMKG IV Makassar, Asriani Idrus di Makassar, Selasa.

Menurut dia, kondisi saat ini gelombang di perairan Flores dan Selayar masuk dalam kategori menengah atau dengan gelombang tinggi. Dari pantauan monitor prakiraan cuaca terpantau tinggi gelombang berpotensi mencapai 1,50-2,50 meter.

Begitupun di Samudra Hindia Selatan NTT, Laut Timor Selatan NTT, Perairan Kepulauan Anambas hingga Natuna, Laut Natuna, Laut Jawa, Perairan selatan Kalimantan, Perairan utara Kepulauan Kangean, Selat Makassar bagian selatan.

Perairan Kepulauan Sabalana hingga Selayar, Laut Flores bagian barat, Laut Sulawesi bagian tengah, Perairan utara Sulawesi, Perairan Bitung-Manado, Laut Maluku bagian selatan, Perairan utara Kepualauan Banggai-Pulau Sula.

Laut Seram bagian barat, Perairan barat dan timur Kepulaian Halmahera, Laut Halmahera, Perairan utara Papua Barat hingga Papua, Samudra Pasifik utara Papua Barat hingga Papua.

Sedangkan di Perairan barat Kepualaun Nias hingga Kepualauan Mentawai, Perairan Pulau Enggano, Perairan barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Perairan selatan Pulau Jawa hingga Pulau Sumbawa, Selat Bali-Lombok-Alas bagian selatan.

Samudra Hindia barat Lampung hingga selatan NTT, Laut Natuna Utara, Laut Sulawesi bagian timur, Perairan Kepulauan Sangihe hingga Talaud, Laut Maluku bagian utara, Perairan utara Halmahera, Samudra Pasifik utara Halmahera, ketinggian gelombang mencapai 2,50-4,00 meter. "Tinggi gelombang tersebut diperkirakan masih berlangsung hingga Rabu. Bagi masyarakat yang beraktifitas di laut diminta untuk tidak beraktifitas sementara waktu," ulas dia.

Salah seorang nelayan Daeng Haba (43) yang menyandarkan kapalnya di pelabuhan rayat Paotere, Kecamatan Ujungtanah, Kota Makassar, Sulawesi Selatan mengatakan krunya belum berani turun ke laut mencari ikan. "Kami selalu diingatkan untuk sementara tidak turun, karena cuaca buruk. Sudah masuk angin barat (istilah nelayan) dan saya tidak berani melaut, hasil tangkapan kurang dan resiko tinggi," tuturnya.
Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar