tangkapan nelayan Mamuju turun akibat gelombang tinggi

id Tangkapan nelayan, Mamuju mengalami penurunan, pengaruh gelombang q,cuaca buruk,harga ikan

Ilustrasi - tangkapan nelayan berkurang akibat gelombang (Ist)

Mamuju (AntaAntaranews Sulbar) - Hasil tangkapan nelayan di Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) turun akibat cuaca buruk yang terjadi di perairan Sulawesi.

"Tangkapan nelayan turun sejak gelombang tinggi terjadi diperairan Sulawesi sejak sepekan terakhir," kata Abdul Rahman salah seorang nelayan di Mamuju, Selasa.

Ia menambahkan, turunnya tangkapan nelayan sehingga membuat harga ikan di pasaran Kota Mamuju melonjak.

"Tangkapan ikan nelayan berkurang biasanya lebih dari 1.000 ekor untuk setiap kapal nelayan, namun menurun menjadi sekitar 300 ekor karena sulitnya menangkap ikan akibat gelombang tinggi sekitar tiga meter di perairan Sulbar," jelasnya.

Sementara harga ikan mengalami kenaikan di pasaran diantaranya

harga ikan jenis layang yang sebelumnya dijual sekitar Rp10.000 untuk empat ekor mengalami kenaikan menjadi Rp20.000 untuk empat ekor, bahkan kini menjadi Rp30.000/empat ekor.

Begitu juga dengan ikan Katombo dan ikan Tapilalang yang sebelumnya dijual Rp10.000 untuk delapan ekor naik menjadi Rp20.000, hingga menjadi Rp30.000/delapan ekor.

Kemudian ikan Turingan yang sebelumnya Rp5.000 per ekor naik menjadi Rp10.000 per ekor dan melonjak menjadi Rp20.000 per/ekor, kemudian ikan Mairo yang dulunya hanya sekitar Rp5.000 per liter menjadi Rp10.000 per liter.

Pedagang ikan terpaksa menaikkan harga ikan meskipun dikeluhkan masyarakat, karena tidak mau rugi akibat menjual murah ikan yang sulit didapatkan dari nelayan.

"Keuntungan kami menjual ikan akan berkurang kalau mengikuti harga biasa karena stok ikan pedagang sangat minim, jadi masyarakat juga harus memahami posisi pedagang," kata Udin pedagang ikan.
Pewarta :
Editor: Suriani Mappong
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar