Gubernur: perlu revitalisasi jaga keindahan Danau Tempe

id gub danau

Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah (Foto Sulselprov.go.id)

Makassar (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah meminta kepada pihak terkait agar  melakukan revitalisasi untuk menjaga dan tidak merusak keindahan dan keaslian Danau Tempe, Kabupaten Soppeng, Sulsel sebab pemprov maupun kabupaten tidak mengurus masalah hulu.

"Nanti kita akan bangun tempat wisata yang bagus, tapi harus dijaga dengan baik ini. Dan jangan sampai ini jadi daratan semua karena kita tidak tangani hulu," kata gubernur dalam keterangannya di Makassar, Minggu.

Menurut Nurdin Abdullah, Danau Tempe selain untuk tempat pembibitan ikan, juga sebagai tempat penampung air dari empat sungai dari tiga kabupaten. Yakni Soppeng, Wajo dan Kabupaten Sidrap.

"Danau ini kan menjadi tempat pendapatan baru bagi seluruh masyarakat disini. Nanti kita akan kolaborasi dengan pemerintah kabupaten," ujarnya.

Fungsi utama Danau Tempe selama ini yakni digunakan sebagai penampungan air baku, perikanan, pertanian, perendaman banjir bagian hilir danau dan objek wisata. Namun, semua potensi tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal.

Mantan Bupati Bantaeng dua periode itu itu menghimbau agar tidak menggunakan setrum dan racun ikan di Danau Tempe.

Ia juga melarang untuk menggunakan pupuk dari bahan kimia bagi tanah yang ada di sekitar pulau, karena bisa memicu tumbuhnya enceng gondok.

"Mohon untuk tidak menggunakan pupuk bahan kimia. Dan bagi nelayan agar tidak menggunakan setrum dan obat-obatan untuk menangkap ikan, karena kalau menggunakan setrum, bukan hanya yang besar yang mati tapi yang kecil juga ikut mati," ujarnya.

Selain itu, Nurdin Abdullah mengajak semua pihak untuk sama-sama membangun pulau-pulau yang ada di danau tersebut. Sebab, kalau menunggu anggaran dari kabupaten masing-masing, pembangunan butuh waktu lama.

"Kita semua harus kompak, bupati, gubernur dan pihak lainnya untuk selesaikan revitalisasi ini," harap alumni Unhas Makassar itu.
Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar