warga Kolonodale mengungsi ke gunung khawatir tsunami

id warga, kolonodale,tsunami,Gempa

Sejumlah pemilik kendaraan antre di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Palu, Kamis (11/4/2019). Ribuan warga menyerbu SPBU karena dipicu gempa 6,8 SR di Kabupaten Banggai Kepulauan (sekitar 600 km dari arah Timur Palu) yang juga terasa hingga ke Palu dan akibat trauma bencana 28 September 2018 yang menyebabkan kesulitan mendapatkan BBM. ANTARA Foto/BASRI MARZUKI

Morowali Utara, Sulteng (ANTARA) - Kebanyakan warga di Kolonodale, Kabupaten Morowali Utara panik menyusul gempa bumi cukup keras sehingga terpaksa naik ke gunung yang ada di wilayah itu karena khawatir terjadi tsunami seperti yang terjadi di Kota Palu pada 28 September 2018.

"Memang warga sempat panik, tetapi hingga pukul 22.00 Wita, sudah sebagian warga yang mengungsi ke gunung dan tempat-tempat yang tinggi di bekas Ibu Kota Kabupaten Morowali tersebut sudah kembali ke rumah mereka," kata Yoga, seorang pegawai Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulteng kepada ANTARA melalui telepon dari Kolonodale, Kabupaten Morowali Utara, Jumat malam.

Ia mengatakan kebetulan sedang menjalankan tugas di Kabupaten Morowali Utara.

Gempa bumi yang berpusat di Kabupaten Banggai Kepulauan itu cukup keras dirasakan masyarakat di Kolonodale.

Gempa bumi bermagnitudo 6,9 Skala Richter mengguncang Kabupaten Banggai Kepulauan juga dirasakan kuat di Kota Luwuk, Kabupaten Banggai sehingga memaksa warga setempat mengungsi ke gunung.

Gempa juga dirasakan masyarakat di Palu, Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah. Banyak warga Palu yang berlarian keluar rumah karena masih trauma dengan gempa bumi 7,4 SR yang memporak-porandakan Palu, Kabupaten Donggala, Sigi dan Parigi Moutong pada 28 September 2018 lalu yang mengakibatkan korban jiwa mencapai ribuan orang meninggal dunia.

"Saat gempa, saya berada di dalam kendaraan dan berhenti di perempatan lampu merah di kawasan Tatura," kata Ny Farida.

Mobil yang dikendarainya seperti ada orang yang menggoyang. "Tapi waktu saya lihat ke kiri dan kanan ada teriakan gempa-gempa," kata dia.

Dia mengaku guncangannya cukup keras sampai mobil yang dikendarainya bergoyang seperti ada yang sengaja menggoyangnya.

Hal senada juga disampaikan Jefri, salah
seorang warga Palu yang  sedang mengisi BBM di SPBU jalan Towua, Palu Selatan.

Gempa cukup kuat dirasakan dan banyak warga menjadi panik, termasuk yang sedang mengisi BBM di SPBU.

Berdasarkan rilis dikeluarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) gempa berkekuatan 6,9 Skala Richter terjadi sekitar pukul 18:40:49 WIB terletak di arah 85 kilometer Barat Daya Banggai Kepulauan pada Garis Lintang: 1.90 LS- Garis Bujur : 122.54 BT dengan kedalaman 10 kilometer dan munculnya peringatan tsunami.

Gempabumi dan tsunami pernah melanda Banggai Kepulauan pada sekitar 2000-an dan saat itu ada banyak korban jiwa.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan dari BPBD Kabupaten Banggai maupun BPBD Provinsi Sulteng terkait kerusakan bangunan maupun korban jiwa.
 
Pewarta :
Editor: Suriani Mappong
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar