BI latih pengemasan produk UMKM Gadde Ta Rumah Zakat

id BI Sulsel, UMKM Gadde Ta Rumah Zakat

Istimewa - aktivitas anggota Gadde Ta Rumah Zakat Sulsel

Makassar (ANTARA) - Bank Sentral Republik Indonesia Wilayah Sulawesi Selatan kembali menggelar pelatihan, kali ini khusus untuk teknik kemasan dan pelabelan produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bagi puluhan anggota Gadde Ta Rumah Zakat.

Asisten Direktur BI Sulsel, Teddy Arief Budiman pada keterangan resminya di Makassar, Jumat mengemukakan harapannya agar masyarakat yang tergabung dalam kepesertaan UMKM Rumah Zakat mampu menghasilkan produk Gadde Ta yang berdaya saing tinggi dibanding produk sejenisnya di pasaran.

Ini pula yang menjadi alasan pelatihan digelar, sebagai wujud program kerja sama BI Sulsel dalam optimalisasi pemanfaatan dana Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf (Ziswaf) yang dikhususkan untuk pemberdayaan UMKM oleh lembaga zakat di Indonesia.

“Bukan hanya teori, di sini langsung praktek agar produk UMKM Gadde Ta memiliki nilai jual yang tinggi. Kita belajar langsung dari ahlinya terkait label dan pengemasan produk," ucapnya pada pelatihan yang berlangsung di Swiss Bel Hotel Makassar.

Sementara itu, Branch Manager Rumah Zakat Sulsel, Amir mengakui bahwa sudah saatnya anggota binaan Rumah Zakat paham terkait pentingnya branding, kemasan, dan label.

Menurutnya, label dengan kemasan menarik dipastikan akan memberikan harga jual yang jauh lebih tinggi, begitupun sebaliknya, kendati kualitas produknya bagus.

“Biar rasanya enak tapi kemasannya buruk, maka akan sangat sulit dijual. Intinya, kami ingin ibu-ibu paham lebih dalam tentang ilmu marketing modern,” ucapnya.

Dalam materinya, tim Rumah Besar Kemasan, Nasrullah mengatakan, selain memastikan kemasan harus menarik, UMKM juga harus melek dengan aset tampak (tangible) dan aset tidak tampak (intangible).

“Aset tak tampak itu adalah brand produk kita, jika dijual maka nilainya jauh lebih mahal dari aset yang tampak seperti pabrik, dan lainnya," kata Nasrul.

Pelatihan ini pun kian menuai apresiasi dari para peserta, salah satunya ialah Sidarwati, mengaku beruntung bisa ikut serta pada pelatihan. Cukup memiliki bekal untuk memajukan usaha kripik pisangnya yang masih menggunakan kemasan sangat sederhana.

Sebelumnya, pihak BI juga telah melaksanakan pelatihan memasak bumbu coto dan berbagai bumbu lainnya kepada pelaku UMKM Gadde Ta Rumah Zakat.
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar