PKK Sulsel komitmen perjuangkan pendidikan anak miskin di Makassar

id Ketua Tim Penggerak PKK Sulawesi Selatan (Sulsel), Lies F Nurdin,pendidikan anak miskin,anak miskin,makassar,kprm

Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Sulawesi Selatan (Sulsel) Liestiaty F Nurdin dalam sebuah acara. (Ist)

Makassar (ANTARA) - Ketua Tim Penggerak PKK Sulawesi Selatan (Sulsel), Lies F Nurdin menegaskan berkomitmennya memperjuangkan pendidikan anak miskin di Kota Makassar.

Komitmen ini dibuktikan dengan langkah bersama Komite Perjuangan Rakyat Miskin (KPRM) Makassar mendata ratusan siswa Sekolah Dasar (SD) di 14 kecamatan, agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP.

"Karena kita maunya anak-anak yang dari SD ke SMP, jangan sampai tidak diterima masuk sekolah negeri," kata dia di Makassar, Rabu.

Sebagian besar anak yang didata, lanjutnya berasal dari anak buruh harian dan tukang becak.

"Makanya data-data tadi untuk membantu anak-anak tersebut agar dapat masuk di sekolah yang berada di lingkungan mereka masing-masing," ungkap Istri Gubernur Sulawesi Selatan, HM Nurdin Abdullah itu.

Untuk memastikan data anak miskin Makassar dapat diterima di sekolah negeri, dihari yang sama Lies langsung melakukan koordinasi bersama Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb.

Baca juga: Pemprov Sulsel prioritaskan anak telantar dan fakir miskin

"Sudah masuk ke Pak Wali Kota datanya untuk dibantu dan diberikan ke sekolah. Karena data ini real untuk bisa dibantu," ujarnya.

Lies F Nurdin bersama KPRM Makassar sebelumnya juga mengunjungi warga di Kelurahan Maccini Sombala, Kampung Pisang pada 13 Juni 2019.

Dalam kunjungan ini, ia berdiskusi langsung dengan perwakilan warga dan pemuda setempat mengenai kebutuhan pendidikan, kesehatan, dan air bersih. Rencananya, Lies akan kembali mengunjungi masyarakat di Kelurahan Kassi-Kassi, Kecamatan Rapoocini, Makassar.

"Agar masyarakat melihat bahwa pemerintahnya hadir untuk membantu mereka," tambahnya.

Baca juga: Tim Penggerak PKK Sulsel komitmen membina anak jalanan
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar