Kurangi sampah plastik, PKK Provinsi Sulsel larang penggunaan air kemasan

id Antara Sulsel

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan Lies F Nurdin pada acara halalbihalal di Makassar, Jumat (21/6/2019). (ANTARA/HO/Humas Pemprov Sulsel)

Sejak empat bulan lalu saya sudah menyurati kepada seluruh Ketua PKK di kabupaten/kota yang ada di Sulsel, agar di seluruh kegiatan PKK tidak dianjurkan memakai gelas plastik dan botol plastik
Makassar (ANTARA) - Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan Lies F Nurdin berpesan untuk tidak menggunakan air mineral kemasan di setiap kegiatan yang dilakukan PKK baik tingkat provinsi maupun seluruh kabupaten/kota sebagai upaya mengurangi sampah plastik.

"Sejak empat bulan lalu saya sudah menyurati kepada seluruh Ketua PKK di kabupaten/kota yang ada di Sulsel, agar di seluruh kegiatan PKK tidak dianjurkan memakai gelas plastik dan botol plastik," katanya dalam keterangannya di Makassar, Sabtu.

Anjuran larangan air kemasan ini, menurut Lies, untuk mengurangi dampak buruk penggunaan plastik sekali pakai, baik bagi kesehatan maupun bagi lingkungan.

"Dalam setiap plastik air mineral kemasan, ada kemungkinan air bercampur dengan partikel plastik yang bersifat karsogenik (pembawa kanker) pada tubuh," jelas Lies.

Lies yang merupakan Ketua Yayasan Kanker (YKI) Sulsel mengatakan, upaya pengurangan penggunaan air mineral kemasan dapat menurunkan risiko seseorang terkena kanker.

Sebagai solusi atas persoalan ini, Lies menawarkan penggunaan botol minum berkali pakai (tumbler) untuk setiap kegiatan PKK Provinsi dan seluruh kabupaten/kota.

Untuk itu, kepada seluruh tamu undangan, Lies membagikan ratusan botol minum yang dapat digunakan dan secara praktis mengurangi sampah plastik dan risiko penyakit kanker.
Pewarta :
Editor: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar