Keberangkatan jamaah Kloter 19 Embarkasi Makassar ke Tanah Suci tertunda

id jamaah haji makassar,embarkasi hasanuddin makassar,pemberangkatan jamaah haji,pelayanan haji

Keberangkatan jamaah Kloter 19 Embarkasi Makassar ke Tanah Suci tertunda

Arsip Foto. Jamaah calon haji melambaikan tangan saat menuju ke pesawat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Minggu (7/7/2019). (ANTARA FOTO/ABRIAWAN ABHE)

Makassar (ANTARA) - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Hasanuddin Makassar mengeluarkan surat edaran mengenai penundaan keberangkatan jamaah dalam kelompok terbang (kloter) 19 menuju ke Tanah Suci di Arab Saudi pada Minggu dari pukul 14.10 WITA menjadi pukul 19.35 WITA.

"Ada perubahan jadwal pemberangkatan untuk kloter 19 dan perubahan ini berasal dari Jeddah, Arab Saudi," kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan Anwar Abubakar di Makassar, Minggu.

"Untuk pemberangkatan ke Jeddah tetap di tanggal 21 hanya mundur sekitar lima jam lebih," ia menambahkan.

Kementerian Agama, menurut Anwar, menerima pemberitahuan mengenai perubahan jadwal penerbangan jamaah tersebut dari otoritas penerbangan sipil di Jeddah, Arab Saudi.

Ia menjelaskan, perubahan itu membuat jamaah dalam Kloter 19 Embarkasi Hasanuddin Makassar lebih awal masuk Asrama Haji Sudiang Makassar. Jamaah haji biasanya masuk asrama haji sehari menjelang penerbangan menuju Arab Saudi.

Jamaah dalam Kloter 19 Embarkasi Makassar sudah masuk Asrama Haji Sudiang untuk menjalani proses karantina dan pemeriksaan terkait keberangkatan mereka ke Tanah Suci.

Embarkasi Haji Makassar melayani jamaah dari Provinsi Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, dan Sulawesi Selatan.

Kloter pertama jamaah asal Embarkasi Makassar sudah tiba di Mekkah pada Selasa (16/7) sore waktu Arab Saudi dan hingga Kamis malam (18/7) lima kloter jamaah asal Embarkasi Makassar yang terdiri atas 2.264 orang sudah berada di Mekkah.
 
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar