Otoritas Jasa Keuangan pastikan Incash ilegal

id OJK, fintech incash

Pelaksana Harian Kepala OJK Surakarta Triyoga Laksito (Foto: Aris Wasita)

Terkait dengan viralnya berita nasabah di Solo yang sempat dilecehkan oleh debt kolektor salah satu perusahaan 'fintech', jelas itu tidak dibenarkan oleh OJK
Solo (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan Incash merupakan perusahaan finansial teknologi yang ilegal karena tidak mengantongi izin dari lembaga tersebut.

"Terkait dengan viralnya berita nasabah di Solo yang sempat dilecehkan oleh debt kolektor salah satu perusahaan 'fintech', jelas itu tidak dibenarkan oleh OJK," kata Kepala Bagian Pengawasan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) OJK Surakarta Tito Adji Siswantoro di Solo, Rabu.

Ia mengatakan sesuai dengan peraturan, setiap perusahaan fintech yang telah terdaftar di OJK hanya dapat mengakses kamera, lokasi, dan mikrophone milik nasabah.

"Kalau selain itu tidak boleh diakses. Termasuk perusahaan fintech yang mengakses daftar kontak milik nasabah itu tidak boleh," katanya.

Terkait hal itu, ia mengimbau kepada masyarakat agar dapat lebih waspada terhadap keberadaan perusahaan "fintech" ilegal.

"Bahkan kalau ada warga yang mengetahui perusahaan 'fintech' ilegal langsung saja melaporkan kepada OJK sehingga kami bisa segera menindaklanjuti untuk meminimalisasi korban lain," katanya.

Senada, Pelaksana Harian Kepala OJK Surakarta Triyoga Laksito mengatakan sejauh ini jumlah perusahaan "fintech" di Indonesia yang terdata oleh OJK sebanyak 300 perusahaan, namun yang mendaftar baru sebanyak 106 perusahaan.

Terkait hal itu, pihaknya mendorong agar perusahaan yang belum mendaftar segera mendaftarkan diri ke OJK untuk memastikan pengawasannya.

Sementara itu, untuk menghindari agar masyarakat tidak mudah terjerat iming-iming pinjaman melalui "fintech" nakal, diperlukan kedewasaan masyarakat.

"Kan banyak yang menawari kredit, kalau sekiranya berisiko tinggi ya jangan mengajukan pinjaman di 'fintech'," katanya.

Sebelumnya, seorang pegawai swasta asal Solo Yuliana Indriati mengaku menjadi korban perusahaan fintech Incash karena dianggap telat bayar angsuran.

Yuliana mengaku tidak hanya diteror oleh debt kolekter dari fintech yang bersangkutan tetapi seluruh kontak pada ponselnya dihubungi. Sebagai tindak lanjut, saat ini wanita tersebut sudah melaporkan kejadian itu kepada kepolisian.
Pewarta :
Editor: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar