Satu jamaah haji asal Sultra tunda kepulangan karena masih dirawat

id jamaah haji sultra,tunda pulang,sakit,Arab Saudi

Satu jamaah haji asal Sultra tunda kepulangan karena masih dirawat

Suasana penyambutan kepulangan jamaah haji pada musim haji 2019 di Debarkasi Makassar, Sulawesi Selatan. (FOTO ANTARA/ist)

Makassar (ANTARA) - Satu orang jamaah haji dari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) harus tertunda kepulangannya ke Tanah Air karena masih menjalani masa perawatan di RS Al Anshor Madinah, Arab Saudi karena sakit.

"Ada satu jamaah haji asal Sultra belum bisa dipulangkan dengan semua rombongannya karena sedang menjalani perawatan di rumah sakit di Arab Saudi," kata Ketua PPIH Embarkasi/Debarkasi Hasanuddin H Anwar Abubakar di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu.

Ia mengatakan jumlah jamaah haji yang tiba di Debarkasi Hasanuddin Makassar sebanyak 453 orang dan tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 26 asal Provinsi Sultra.

Anwar menyatakan berdasarkan data yang diterimanya dari Sistem Informasi Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) jumlah jamaah calon haji berangkat pada kloter 26 ini sebanyak 455 orang, namun yang kembali hanya 453 orang.

Satu di antaranya yakni I Pawellangi Bandu Tagi asal Kolaka Utara, meninggal dunia di Mekkah pada tanggal 9 Agustus 2019 saat menjalankan rukun ibadah haji.

Sedangkan satu lainnya untuk sementara masih menjalani perawatan karena sedang mengalami gangguan kesehatan. Jamaah haji itu masih dipantau kesehatannya oleh tim kesehatan haji di Arab Saudi.

"Kita doakan yang menjalani perawatan segera sembuh dan bisa pulang ke tanah air berkumpul dengan sanak keluarganya," katanya.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara H Abdul Kadir menyampaikan bahwa sepulang dari berjuang merebut gelar haji secara otimatis di mana status sosial para jamaah haji meningkat.

"Karena itu tanggung jawab sosial haji juga ikut menjadi berat," katanya.

Ia menambahkan salah satu bukti dari kesempurnaan Rukun Islam setelah berhaji adalah bagaimana seluruh ketertiban dan kedisiplinan beribadah selama berada di Tanah Suci harus ditingkatkan saat kembali.

"Minimal sama seperti saat kita berada di sana, jagalah itu semua jangan sampai kualitasnya malah tambah menurun, sebab di sanalah sesungguhnya nilai kemabruran haji kita bisa dinilai," demikian Anwar Abubakar.
 
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar