Pemkot Makassar apresiasi karya mural di Pantai Losari

id Pemkot Makassar,Pj Wali Kota Makassar,mural,seniman mural,conten creator workshop,makassar,anjungan losari,city of makas

Pemkot Makassar apresiasi karya mural di Pantai Losari

Pejabat (Pj) Wali Kota Makassar M Iqbal Samad Suhaeb (dua kanan) memberikan apresiasi kepada creator seniman mural saat bincang-bincang di Anjungan pantai Losari City of Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (23/9/2019).

Makassar (ANTARA) - Pemerintah Kota Makassar memberikan apresiasi terhadap enam orang seniman mural yang mempercantik Landmark City Anjungan Pantai Losari melalui karya-karyanya.

"Terima kasih telah membuat salah satu bagian dari ikon Makassar ini terlihat cantik. Ini memang menjadi impian saya, menjadikan Makassar sebagai kota kunjungan yang tiap sudutnya bisa dimanfaatkan untuk mengabadikan potret diri," sebut Iqbal sembari memuji dalam talkshow di anjungan Losari Makassar, Sulawesi Selatan, Senin.

Bukan hanya di Losari, rencananya ia akan mencoba mencari investor untuk menyulap bangunan kumuh atau tempat strategis lainnya ke dalam seni mural.

"Jika impian ini terwujud, maka Makassar bisa menjadi 'kanvas raksasa' bagi ilustrator yang ingin menjajal kebolehannya dalam seni mural yang kini semakin diminati," tambahnya.

Kolaborasi enam ilustrator atau seniman mural jebolan content creator workshop yang diadakan di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Pontianak telah mengubah Anjungan Losari menjadi lebih berwarna.

Enam seniman tersbut yakni Frans Sitanggang, Laras Ayu Sahita, M Fithrah, Indra Kurniawan, Hafidz Aziz, dan Chimankorus. Mereka menyulap Anjungan City of Makassar menjadi 'kanvas raksasa' ketika menuangkan imajinasinya.

Landmark City of Makassar terdiri dari 14 huruf dengan diameter 48 meter per segi menjadi obyek inspirasi bagi Frans Sitanggang bersama kawan-kawan seniman mural yang tergabung dalam kelompok ritus team work.

Mereka membuat desain yang berbeda di tiap hurufnya. Setiap desain disampaikan pesan untuk bergerak menyuarakan karya yang positif dan berdampak.

Pengerjaan mural itu berjalan selama dua hari, Jumat-Minggu, tanggal 20-22 September 2019.

Frans bersama rekan sesama seniman mural meleburkan ide, kreativitas, dan ekspresi untuk menjadikan ikon kota Makassar ini bernilai estetis.
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar