Satgas Pangan NTB antisipasi penimbunan pangan jelang akhir tahun

id Satgas Pangan,pasar murah,beras,NTB

Satgas Pangan NTB antisipasi penimbunan pangan jelang akhir tahun

Tim Satgas Pangan NTB mengecek stok beras di gudang Bulog Divre NTB, di Kelurahan Dasan Cermen, Kota Mataram, Selasa (5/11/2019). ANTARA/Awaludin.

Mataram (ANTARA) - Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan Nusa Tenggara Barat mengantisipasi terjadinya penimbunan kebutuhan pokok pada momen hari besar keagamaan yang bersamaan dengan peningkatan aktivitas pariwisata, agar tidak terjadi kelangkaan dan gejolak harga menjelang akhir tahun 2019.

"Sejauh ini belum ada indikasi penimbunan karena barang ada dan harga masih masih dalam batas normal dan terkendali," kata Kasubdit I Ditreskrimsus Polda NTB, AKBP Feri Jaya Satriansyah, di sela peluncuran gerakan operasi pasar cadangan beras pemerintah di Mataram, Selasa.

Menurut dia, kalau ada indikasi penimbunan kebutuhan pokok maka akan terjadi harga yang liar di pasaran. Namun, sejauh ini belum ditemukan indikasi tersebut. Hal itu dibuktikan dengan stok barang, khususnya beras yang lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Namun kami tetap antisipasi, kami kontrol terus terutama jalur distribusi diawasi, kalau ada yang numpuk kami proses," ujarnya.

Feri menegaskan jika ada oknum yang melakukan penimbunan kebutuhan pokok sehingga menyebabkan kelangkaan dan gejolak harga di pasaran, maka bisa dipidana dengan Undang-Undang (UU) Perdagangan, UU Pangan, UU Kesehatan, dan UU Perlindungan Konsumen.

"Ada empat instrumen hukum yang kami gunakan untuk mengontrol bahan pangan dan bahan penting lainnya," katanya.

Kepala Dinas Perdagangan NTB Hj Putu Selly Andayani juga menegaskan bahwa harga kebutuhan pokok belum mengkhawatirkan meskipun sudah memasuki bulan Maulid Nabi Muhammad SAW, di mana momen tersebut tingkat konsumsi masyarakat terhadap pangan mengalami peningkatan.

Ia juga berharap melalui pasar murah kebutuhan pokok yang dilakukan oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) NTB bekerja sama dengan Badan Urusan Logistik (Bulog), akan mampu mencegah terjadinya inflasi tinggi akibat peningkatan konsumsi pada bulan maulid yang bersamaan dengan Natal dan Tahun Baru 2020.

"Dalam menghadapi maulid, masyarakat tidak perlu khawatir akan ketersediaan kebutuhan pokok, khususnya beras. Stok Bulog NTB cukup hingga akhir 2020," ucap Selly seraya mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan pasar murah kebutuhan pokok yang dilaksanakan di sejumlah pasar tradisiona di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.
 
Pewarta :
Editor: Suriani Mappong
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar