Iriawan: Minimal awal 2021 kita sudah memakai VAR

id pssi,var,mochamad iriawan,iwan bule

Iriawan: Minimal awal 2021 kita sudah memakai VAR

Ketua Umum PSSI Komjen Pol. Mochamad Iriawan (kedua dari kanan) memberikan keterangan mengenai tim nasional Indonesia di Kantor PSSI, Jakarta, Selasa (5/11/2019). (Michael Siahaan)

Kami akan melakukan pelatihan VAR di awal tahun 2020 agar di akhir tahun atau awal 2021 mereka bisa bekerja. Mudah-mudahan mulai akhir tahun 2020 atau minimal awal tahun 2021 kita sudah memakai VAR

Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Komjen Pol. Mochmad Iriawan mengatakan, sumber daya manusia (SDM) untuk menjalankan teknologi video bantuan wasit (VAR) akan mengikuti pelatihan awal tahun 2020.

“Kami akan melakukan pelatihan VAR di awal tahun 2020 agar di akhir tahun atau awal 2021 mereka bisa bekerja. Mudah-mudahan mulai akhir tahun 2020 atau minimal awal tahun 2021 kita sudah memakai VAR,” ujar pria yang akrab disapa Iwan Bule di Kantor PSSI, Jakarta, Selasa (5/11) malam.

Menurut Iwan, keputusan itu diambil dalam rapat perdana komite eksekutif periode 2019-2023 pada Selasa (5/11). Soal SDM dinilai penting sebagai langkah awal penerapan VAR.

Jika SDM sudah siap, lanjut dia, PSSI tinggal mendatangkan peralatan dan mempersiapkan infrastruktur.

“Kalau alat, kan, banyak. Tinggal didatangkan,” tutur Iwan.

Sebagai gambaran, berdasarkan hukum-hukum pertandingan (Laws of The Game) Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) tahun 2018-2019, penggunaan teknologi VAR harus dilengkapi dengan ruang operasional video (VOR) dan area tinjauan wasit (RRA).

VOR wajib diisi oleh tiga orang yaitu wasit VAR, asisten wasit VAR dan operator ‘replay’ (RO). Sementara di RRA harus ada satu wasit yang bertugas meninjau kejadian di lapangan. Dan, yang pasti, semua ini harus tersertifikasi.

Artinya, dalam satu pertandingan yang menggunakan VAR, harus ada setidak-tidaknya tujuh wasit yang bekerja yakni satu wasit lapangan, dua asisten wasit (hakim garis), satu wasit cadangan, wasit VAR, asisten wasit VAR dan wasit peninjau lapangan (RRA).

Penggunaan VAR dianggap penting khususnya di Liga 1 Indonesia demi meningkatkan akurasi wasit dalam mengambil keputusan. Ujungnya, liga dinilai bisa semakin kompetitif.

Salah satu yang mendesak pentingnya VAR adalah Ketua Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) Richard Sam Bera.

“Sangat mendesak karena itu bagian dari profesionalisme,” tutur Richard di awal September 2019.
 

Pewarta :
Editor: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar