Perajin batu di Kabupaten Sidrap terus berinovasi

id perajin batu, Allakuang, Kabupaten Sidrap, Sulsel

Perajin batu di Kabupaten Sidrap terus berinovasi

Hasil karya perajin batu di Kelurahan Allakuang, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap, Senin (11/11/2019). ANTARA Foto/Suriani Mappong

Sidrap, Sulsel (ANTARA) - Sedikitnya 300 kelompok perajin batu di Kelurahan Allakuang, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, terus berinovasi mengembangkan hasil karya mereka dengan mengikuti perkembangan zaman.

Salah seorang perajin batu Syarifuddin di Kelurahan Allakuang, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap, Sulsel, Senin, mengatakan profesi sebagai perajin batu untuk membuat batu nisan, cobek atau lesung berbahan batu gunung telah dilakukan turun-temurun.

"Hanya sering bantu-bantu orang tua atau kakek memahat batu nisan atau membuat cobek, akhirnya bisa meneruskan pekerjaan ini," katanya.

Pembuatan kerajinan batu gunung tersebut, lanjut dia, berbeda-beda penyelesaiannya, tergantung tingkat kesulitan pengukiran dan pembuatannya.

Sebagai gambaran, untuk membuat cobek dan lesung hanya membutuhan beberapa hari hingga sepekan, dibandingkan membuat batu nisan dengan ukiran yang membutuhkan waktu lebih lama.

Hal itu diakui perajin batu lainnya di lokasi yang sama Mustari. Menurut dia, tingkat kesulitan dan lama pembuatan itu mempengaruhi harga jual.

"Untuk cobek batu ukuran kecil dijual dari harga Rp20 ribu per buah hingga ratusan ribu eupiah. Sedang untuk lesung kecil Rp50 ribu hingga ratusan ribu rupiah tergantung ukurannya," katanya.

Batu nisan harganya ratusan ribu hingga jutaan rupiah karena ukurannya lebih besar dan tingkat kesulitan membuat ukirannya termasuk mengukir nama di batu nisan.

Hanya saja, lanjut Mustari, seiring dengan makin kurangnya bahan baku, harga jual pun menjadi naik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, karena harus membeli batu gunung dari pihak pengelola.

"Tentu ini mempengaruhi pula pendapatan kami, termasuk kami harus membuat desain baru untuk mengikuti selera pembeli dan mengikuti perkembangan zaman," katanya.

Hal itu terlihat dari karya yang dihasilkan, cobek batu yang biasanya warnanya tetap orisinal, sudah dicat berwarna-warni pada sisinya juga ditambahkan ikon doraemon, hello kitty dan sebagainya.
Hasil karya perajin batu di Kelurahan Allakuang, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap, Senin (11/11/2019). ANTARA Foto/Suriani Mappong
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar