Logo Header Antaranews Makassar

DPRD Berharap Kerja Sama PDAM-Asing Menguntungkan

Minggu, 20 Maret 2011 22:51 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - DPRD Makassar berharap kerja sama Perusahaan Daerah Air Minum Makassar dengan perusahaan asing bisa lebih menguntungkan dan menyehatkan keuangan PDAM, ujar Wakil Ketua DPRD Makassar Busrah Abdullah di Makassar, Minggu.

Ia mengakui, kondisi keuangan PDAM Makassar hingga saat ini belum begitu optimal karena banyaknya utang PDAM sehingga jajaran direksi yang baru, dituntut untuk bisa mengatasi permasalahan ditubuh PDAM.

Jajaran direksi PDAM yang baru telah menyampaikan niatnya dan meminta dukungan DPRD Makassar untuk menjajaki kerja sama dengan PT Moya Diyen Limited yang juga merupakan salah satu langkah untuk menjawab perbaikan jaringan tersebut.

Karena itu, ia meminta agar investor yang masuk bisa konsisten dan menyelesaikan masalah kebocoran di tubuh PDAM. Tidak seperti dengan kerja sama sebelumnya yang hanya melakukan penempelan jaringan bocor dan bukan penggantian jaringan tua PDAM yang usianya sudah mencapai 50 tahun lebih.

Akibatnya tingkat kebocoran PDAM saat ini belum bisa diturunkan sejak kerja sama 2005 lalu dengan perusahaan dalam negeri.

Sebelumnya, Direktur Utama PDAM Makassar Hamzah Ahmad mengatakan, hasil rapat koordinasi direksi memutuskan ada tiga alasan sehingga PDAM membuka kerja sama dengan pihak ketiga.

Alasan itu, yakni Pemkot Makassar tidak memiliki dana yang cukup untuk membiayai kobocoran. PDAM tidak mendapat pinjaman dari perbankan, dan PDAM masih memiliki utang luar negeri.

Sementara estimasi perbaikan jaringan PDAM membutuhkan dana hampir berkisar Rp200 miliar. Dengan dibukanya kran investai tersebut, manajemen optimistis perbaikan jaringan distribusi akan tuntas.

"Kami akan berusaha untuk menekan angka kebocoran air dengan melakukan penjajakan dengan perusahaan pengelolaan air asal Singapura. Kami juga meminta dukungan dari pihak legislatif," ujarnya.

Dituturkannya, kerja sama dengan PT Moya Diyen Limited merupakan salah satu langkah menjawab perbaikan jaringan tersebut.

Hanya saja, upaya itu masih sebatas penjajakan saja karena tidak menutup kemungkinan kerja sama itu akan dilakukan dengan perusahaan lain jika ternyata penjajakan ini gagal menghasilkan kontrak kerja sama.(T.KR-MH/S016)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026