
Pembangunan Kesehatan harus Libatkan Tokoh Agama

Makassar (ANTARA News) - Pembangunan kesehatan harus melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat, karena kedua elemen ini memiliki hubungan emosional dengan masyarakat.
"Kedua elemen itu memiliki peranan penting di masyarakat, sehingga ke depan pembangunan kesehatan harus melibatkan keduanya," kata pemerhati masalah sosial Salma Ruslan di Makassar, Rabu.
Menurut Badan Pekerja Lembaga Studi Kebijakan Publik (LSKP) Makassar ini, aplikasi pembangunan kesehatan di tingkat masyarakat cenderung melupakan kedua elemen tersebut, padahal seharusnya disadari peranannya tidak sedikit.
Untuk melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat itu, lanjut dia, otomatis organisasi keagamaan dan kemasyarakatan harus menjadi mitra pemerintah khususnya yang bergerak di bidang pelayanan dan pembangunan kesehatan.
"Program Keluarga Berencana misalnya, pada era Orba cepat tersosialisasi berkat bantuan tokoh agama dan tokoh masyarakat,"katanya memberikan perbandingan dengan kondisi saat ini.
Hal senada dikemukakan salah seorang warga di Kecamatan Manggala, Makassar H Nurminah.
Dia mengatakan informasi tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan akan lebih banyak diketahui ibu-ibu majelis taklim jika para Dai dibekali pengetahuan tentang hal itu dan kemudian menyosialisasikannnya lewat ceramah.
"Tapi sekarang, tema dakwa lebih variatif dan sangat jarang muatan kebijakan pemerintahnya, padahal sebenarnya tidak apa-apa selama kebijakan itu untuk kepentingan masyarakat," katanya.(T.S036//S016)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
