Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Polman, Syahruddin Haruna di Polman Sabtu mengatakan telah ditemukan beberapa gejala penyebaran virus tersebut berasal dari ayam ketawa dan menyebar hampir pada seluruh ternak unggas di Polman
"Kami menemukan beberapa ekor ternak ayam pedaging di Kecamatan Mata Kali, Polman, tertular flu burung dari ayam ketawa milik salah satu warga, dinyatakan positif terserang virus mematikan itu," ujar Kadistanak.
Menurutnya, penularan flu burung berasal dari kontes yang sering diselenggarakan warga di Polman dan melibatkan beberapa peserta dari luar Polman maupun Sulbar, seperti dari Kabupaten Sidrap, Pinrang, dan Barru, Sulawesi Selatan.
Untuk itu, telah dilakukan pemeriksaan terhadap beberapa ekor ayam ketawa milik warga yang terlihat gejala flu burung untuk segera mengantisipasi semakin merebak penularan virus kepada sejumlah ternak unggas di Polman.
Syahruddin mengatakan telah melakukan antisipasi melalui penjagaan perbatasan Sulbar-Sulsel bagi warga yang membawa ternak unggas khususnya ayam ketawa harus melalui penyemprotan disinfektan sebelum masuk ke Polman maupun ke kabupaten lain di Sulbar.
"Kami tidak ingin menghalangi minat warga yang memiliki hobi memelihara ayam ketawa, namun harus melalui penyemprotan disinfektan," tuturnya.
Diimbau juga kepada seluruh warga untuk tetap melaporkan kepada Distanak Polman agar dilakukan penyemprotan disinfektan sebelum di bawah masuk ke Polman.
Sejak sepekan terakhir, setidaknya empat kecamatan di Polman telah positif tertular flu burung terhadap sejumlah ternak unggas, utamanya bagi ternak ayam pedaging yang paling mudah tertular virus mematikan tersebut karena terlalu sering berpindah tempat.
Banyaknya jumlah kecamatan yang dinyatakan tertular flu burung, Syahruddin mengatakan akan melakukan penambahan cairan disinfektan sebesar 1.000 liter untuk mengantisipasi anjloknya harga daging ayam disejumlah pasaran akibat isu flu burung ini semakin merebak. (T.PSO-284/F003)

