
UNM dan Uncen Lolos ke Bandung

Makassar (ANTARA News) - Universitas Negeri Makassar (UNM) sebagai wakil Sulsel dan Universitas Cenderawasih Papua berhasil melaju ke babak perdelapan final Liga Pendidikan Indonesia (LPI) di Bandung, 24-28 September 2011.
Kepastian UNM ke babak berikut diraih seusai mengalahkan Gorontalo dengan skor tipis 1-0, dibabak semi final Wilayah Makassar, di Lapangan Karebosi Makassar, Rabu.
Sedangkan tiket untuk tim Universitas Cenderawasih, diraih setelah mengalahkan saudara kandungnya Papua Barat dengan skor yang sama 1-0.
Manajer tim UNM Herman Dodi, seusai laga menyatakan bahwa keberhasilan timnya tak lepas dari perjuangan dan kerja keras seluruh pemain.
Selain itu, dukungan masyarakat Makassar dari luar lapangan juga menjadi alasan mengapa timnya bisa memenangi pertandingan.
"Kita berharap kemenangan ini tidak membuat pemain cepat berpuas diri. Maklum, kita masih akan menghadapi lawan yang tentu saja jauh lebih berat dibabak delapan besar nanti," katanya.
Mengenai peluang Sulsel pada babak delapan besar LPI 2011, menurut Herman cukup berat. Namun demikian, peluang Sulsel untuk bisa berbicara juga dinilai masih cukup terbuka.
"Dukungan penuh dari masyarakat dan pihak kampus diharapkan menjadi modal pemain menghadapi babak berikut," katanya.
Sementara Pelatih Uncen Daniel Womsiwor, mengatakan sangat siap menghadapi babak delapan besar. Pihaknya juga yakin kemampuan seluruh pemain akan mempermudah timnya tampil sebagai juara LPI.
"Tim yang berlaga di LPI ini merupakan hasil dari seleksi ketat selama beberapa bulan di Uncen. Kita optimistis bisa kembali meraih hasil terbaim di babak berikut," ujarnya.
Pada babak semi final tingkat SMP, tim Papua Barat berhasil lolos setelah mengalahkan Papua dengan skor 3-0. Kemenangan juga diraih Maluku Utara atas Maluku dengan skor 1-0.
Sementara tingkat SMA, Maluku Utara sukses mengalahkan Papua Barat dengan skor 2-1. Begitupun dengan Maluku yang menghancurkan Gorontalo dengan skor 7-1. (T.PSO-283/S016)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
