Logo Header Antaranews Makassar

Perempuan Akses Pendidikan Tinggi Masih Rendah

Kamis, 9 Februari 2012 20:02 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Perempuan yang dapat mengakses pendidikan di perguruan tinggi masih rendah dibanding laki-laki, meskipun kesempatan mengecap pendidikan sudah terbuka lebar.

"Akses perempuan mengecap pendidikan tinggi masih rendah, karena dipengaruhi sejumlah faktor di antaranya faktor ekonomi dan budaya," kata Badan Pekerja Lembaga Studi Kebijakan Publik (LSKP) Salma Ruslan di Makassar, Kamis.

Berdasarkan data BPS diketahui, akses pendidikan di perguruan tinggi di wilayah perkotaan bagi perempuan 10,24 persen, sedangkan laki-laki mencapai 11,20 persen.

Sementara akses pendidikan tinggi di wilayah pedesaan, BPS mencatat perempuan 2,90 persen dan laki-laki 2,95 persen.

"Kondisi tersebut menunjukkan jika akses pendidikan ke perguruan tinggi bagi perempuan belum dapat setara dengan laki-laki," katanya.

Adapun penyebab kondisi itu, lanjut dia, karena angka kemiskinan sebagian besar masih didominasi perempuan, di sisi lain budaya setempat masih belum memberikan dukungan bagi perempuan belajar ke jenjang yang lebih tinggi.

"Masih ada mitos atau anggapan jika perempuan bersekolah tinggi, toh akhirnya ke urusan dapur juga setelah berumah tangga," katanya.

Selain itu, lanjut dia, di kalangan masyarakat masih ada kekhawatiran jika anak perempuannya berpendidikan tinggi, maka akan sulit mendapatkan jodoh, karena lelaki yang tidak setara pendidikannya akan sungkan melamar.

Menurut Salma, persoalan yakni ekonomi dan budaya itu menjadi tantangan bagi kaum perempuan, pejuang yang giat menyosialisasikan kesetaraan gender di negeri ini. (T.S036/N005)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026