Logo Header Antaranews Makassar

Peserta PBPU : Pelayanan JKN-KIS tuntas dan mudah

Senin, 20 Juni 2022 13:07 WIB
Image Print
Peserta JKN-KIS, Olan Zakariah menunjukkan kartu BPJS Kesehatannya. FOTO/HO/Dokumentasi BPJS Kesehatan

Makassar (ANTARA) - Salah seorang peserta BPJS Kesehatan segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) kelas III, Olan Zakariah mengatakan pelayanan kesehatan menggunakan Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) tuntas dan mudah.

“Anak saya tahun ini pernah dirawat di rumah sakit karena diare. Awalnya buang air besar (BAB) sampai lima kali dalam beberapa jam saja, muntah terus menerus dan demam, kondisinya juga lemas jadi saya bawa langsung ke Rumah Sakit Haji Makassar tidak pakai rujukan karena langsung masuk di UGD, perawat minta dibaringkan ditempat tidur ditanya apakah pasien BPJS Kesehatan atau umum langsung diminta ke tempat pendaftaran pasien. Jadi itu tidak mengantri sama sekali langsung saja setorkan kartunya dan bilang pasiennya ada di UGD sudah,” kata Olan menceriterakan pengalamannya menggunakan JKN-KIS, Rabu (11/5).

Olan melanjutkan di UGD anaknya ditindaki dan diperiksa oleh dokter tanpa menunggu lama.

"Anak saya diambil darahnya untuk diperiksa di laboratorium setelah diberikan obat dalam cairan infusnya di UGD, setelah beberapa jam di UGD muntahnya berhenti buang air besarnya juga tidak lagi tapi demamnya masih naik turun sehingga dokter langsung menyarankan rawat inap. Selama tiga hari dirawat itu tidak ada kendala sama sekali pelayanan rumah sakitnya baik kamarnya bersih dan makanan yang diberikan ke pasien juga teratur. Obat-obatannya rutin diberikan setiap kali perawat datang mengecek kondisi pasien. Dokternya kunjungi juga tiap hari melihat perkembangan setelah menerima perawatan,” pungkas wiraswasta dengan tiga orang anak ini yang berdomisili di Kecamatan Tamalate, Makassar.

“Bersyukur jadi peserta JKN-KIS dengan Kelas III saja sudah cukup membantu dari segi iuran bulanannya terlebih pada saat digunakan berobat. Baik rawat inap maupun di Puskesmas seluruh pelayanannya memuaskan. Dirumah sakit penyakit diobati tuntas sampai sehat biayanya gratis tidak ada sama sekali yang dibebankan ke peserta. Ada keluhan bisa langsung berobat kembali, bebas digunakan kapan saja tidak ada diskriminasi pada pelayanannya, tutup Olan.

Diare adalah sebuah kondisi ketika pengidapnya BAB lebih sering dari biasanya. Seseorang bisa dikatakan mengalami diare apabila penderita BAB sebanyak tiga kali atau lebih dalam satu hari. Selain itu, feses yang dikeluarkan juga lebih encer. Ada dua jenis diare yang bisa terjadi, yaitu akut atau kronis (persisten). Di negara berkembang, diare adalah penyebab kematian paling umum kematian balita, dan juga membunuh lebih dari 2,6 juta orang setiap tahunnya.

Penyakit diare dapat terjadi dalam kurun waktu yang berbeda-beda. Diare dapat sangat membahayakan nyawa penderinya apabila terjadi komplikasi seperti dehidrasi dan beberapa keluhan berlebihan yang berakibat fatal lainnya apabila tidak segera mendapatkan perawatan.(*/Inf)



Pewarta :
Editor: Redaktur Makassar
COPYRIGHT © ANTARA 2026