
Pasar Murah Ramadhan Diduga "Kedok Kampanye"

"Bisa saja itu diduga menjadi jalan kampanye untuk membuat pencitraan agar dikenal dekat dengan masyarakat, "sebut Haris pengamat Politik di Makassar, Minggu.
Ia menyebutkan, kalaupun pemprov Sulsel berdalih menyelengarakan pasar murah, seharusnya tidak menampilkan slogan-slogan yang berbau kampanye.
Sementara anggota Fraksi Partai Demokrat Yusa Rasyid Ali menyatakan, pasar murah ramadhan 'Sayang' (Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu'mang) yang digelar di 27 titik se Sulsel diyakini tidak mencakup seluruh masyarakat.
"Hanya sebagian kecil masyarakat yang menikmati atau nol koma sekian persen. Kalau hanya ditujukan bagi masyarakat prasejahtera bagaimana dengan masyarakat non sejahtera yang juga membutuhkan sembako," ungkapnya.
Saat ditanyai dengan banyaknya spanduk SYL bertuliskan 'Komandan' dan lainnya bertuliskan Sayang, di sejumlah pasar ramadhan, kata Yusa, itu diduga kampanye untuk mempengaruhi masyarakat.
"Jelas itu berpengaruh kepada masyarakat, seharusnya kalau pasar itu demi kepentingan masyarakat kenapa mesti pasang baliho dan spanduk berbau kampanye," katanya.
"Pasar murah ini diperuntukkan bagi masyarakat prasehatera dan 37,13 persen disubsidi distributor, Kadin dan Perbankan dengan pusat pengelolaan oleh Disperindag," kilahnya.
Ketika ditanyai dengan banyaknya baliho Sayang dan Komandan terpasang di setiap titik pasar murah tersebut, dan apakah mengunakan APBD untuk mengelola pasar itu, dia menampik dengan tidak menjawab malah mengatakan tidak mengunakan APBD.
Ditempat berbeda, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo saat ditanyai seputar pasar ramadhan, dia menyatakan, pasar tersebut memang diperuntukkan untuk menekan harga sembako menjelang lebaran Idul Fitri.
Namun dirinya menampik soal adanya kecaman baliho dan spanduk bertuliskan dirinya terpampang di sejumlah titik pasar ramadhan sayang tersebut karena terkesan berbau kampanye.
"Saya tidak ingin adaya kekurangan stok dan kenaikan sembako menjelang lebaran. Lebih dari 10 persen dari pasar murah itu dapat mensabilkan harga-harga, dan saya tidak mau tanggapi soal baliho itu," akunya.
(T.KR-DF/S016)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
