
Biak Waspadai Penyebaran Virus Flu Babi

Biak (ANTARA Sulsel) - Jajaran dinas peternakan Kabupaten Biak Numfor,Papua bersama instansi teknis setempat terus meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran virus flu babi (H1NI).
Kepala Dinas Peternakan dan Pertanian Absalom Rumkorem MM di Biak, Sabtu, menyebutkan, meski sampai saat ini Biak masih dalam ketegori aman dan bebas flu babi tetapi pengawasan lalu lintas ternak yang masuk terus diperketat.
"Dari hasil pertemuan bersama peternak babi beberapa waktu lalu maupun pengawasan langsung petugasnya di lapangan hingga sekarang di Biak belum ditemukan kasus flu babi,"ungkap Absalom Rumkorem menyikapi hasil pertemuan peternak babi.
Dia mengatakan, untuk pengawasan area pelabuhan laut dan udara pihaknya bekerjasama dengan karantina pertanian kelas I Biak telah menempatkan petugas khusus yang bertugas mengawasi keluar masuknya berbagai jenis ternak.
Ia mengingatkan, para peternak babi yang berjumlah sekitar 30-an di Kabupaten Biak Numfor supaya memperhatikan kesehatan ternak peliharaannya secara rutin melalui balai kesehatan hewan dikelola dinas peternakan setempat.
Selain itu, lanjutnya, hewan ternak peliharaan babi harus dikandangkan serta tidak boleh dilepas hingga berkeliaran di jalan-jalan atau tempat umum karena apabila dibiarkan dapat mengganggu kelancaran dan ketertiban berlalu lintas.
Sementara itu, untuk mencegah dan mengawasi wabah flu babi pihak Dinas Kesehatan Biak juga telah menyiapkan sekitar 4.500 kapsul tami flu sebagai antisipasi penanganan pasien yang terkena H1N1.
Kasubdin Pencegahan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Andi Ridway Halim S.Sos mengakui, instruksi pengawasan kewaspadaan atas penyebaran virus flu babi telah diterima pihaknya dari Menteri Kesehatan maupun Gubernur Papua melalui suratnya tertanggal 12 Mei 2009.
"Setiap Puskesmas akan kita siapkan obat tami flu sebagai upaya pencegahan awal dalam menangani pasien yang diduga tertular flu babi, ya meski sampai sekarang Biak masih aman dari wabah H1N1,"ungkap Ridway.
(T.M039/P007)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
