
FPD Dukung Pencalonan Adi Dalam Pilkada Makassar

Makassar (Antara News) - Anggota Fraksi Partai Demokrat (FPD) DPRD Makassar mendukung langkah Adi Rasyid Ali maju sebagai calon wali kota dalam Pilkada Kota Makassar yang dilaksanakan pada September 2013.
"Kami dari Fraksi Demokrat mendukung sepenuhnya langkah Pak ARA (sapaan akrab Adi Rasyid, Red) untuk menjadi calon wali kota Makassar," kata Wakil Ketua FPD DPRD Makassar Haedar Madjid di Makassar, Rabu.
Menurut Haedar, seluruh anggota FPD juga sepakat mengajukan Ketua FPD DPRD Makassar itu sebagai calon tunggal pada rapat pleno internal Demokrat.
"Fraksi Demokrat adalah bagian dari integral partai dan bagian dari rapat pleno, jadi tidak ada alasan tidak mengusung ARA," tandasnya.
Wakil Ketua DPRD Makasar ini mengakui dulu ada mekanisme partai yang mensyaratkan pengajuan calon kepala daerah minimal tiga nama, namun saat ini mekanisme tersebut tidak lagi diberlakukan.
"Jadi sekarang ini mekanismenya tidak lagi seperti dulu, sekarang langsung diputuskan dan diajukan ke majelis tinggi kemudian diputuskan. Idealnya calon yang baik didukung dari bawah ke atas," tambahnya.
Terkait adanya sejumlah kader Demokrat yang juga akan maju sebagai bakal calon wali kota, seperti Idris Manggabarani dan Muhyina Muin, menurut Haedar FPD tetap konsiten mendukung Adi Rasyid.
Sementara itu Ketua Bappilu Demokrat Makassar Endre Cecep Lantara Malantik mengatakan dengan diputuskannya Adi Rasyid sebagai bakal calon wali kota Makassar, maka pihaknya akan berjuang keras memenangkannya.
"Salah satu langkah tepat adalah dengan menaikkan elektabilitas dan popularitas ARA di publik," ucapnya.
Menurut Endre tidak ada persoalan bagi Demokrat dalam mengusung pasangan calon wali kota-wakil wali kota karena syarat kepemilikan minimal 15 persen kursi DPRD sudah terpenuhi.
"Kalau mengenai persyaratan KPU, Demokrat sudah lolos dengan sembilan kursi sesuai aturan undang-undang," paparnya.
Terkait bakal calon wakil wali kota, Partai Demokrat akan memberikan ruang kepada siapa saja asalkan sesuai dengan visi dan misi serta tidak bertentangan dengan aturan partai.
"Kalaupun ada calon wakil yang ingin berkoalisi kami memberikan ruang, asalkan visi, misi, dan tujuan sama, serta tidak bertentangan denga aturan," tandasnya. (Editor : Sigit Pinardi)
Pewarta : Darwin Fatir
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
