Logo Header Antaranews Makassar

Komunitas Tionghoa dan Tribun Timur berkolaborasi dengan BKKBN Sulsel tekan Stunting

Jumat, 28 April 2023 14:51 WIB
Image Print
Kadis Pengedalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Makassar, Sekretaris PMSTI Sulsel Hendryk Hadiono dan Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel (dari kiri ke kanan) disela kegiatan Silaturrahmi BKKBN Sulsel - Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Sulsel dan Tribun Timur di Makassar, Jumat (28/4/2023). ANTARA/Suriani Mappong

Makassar (ANTARA) - Komunitas warga Tionghoa yang tergabung dalam Paguyuban Sosial Warga Tiong-Hoa Indonesia (PSMTI) Sulawesi Selatan bersama Tribun Timur berkolaborasi dengan Badan Kependudukan dan keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulsel menekan kasus stunting di provinsi itu.

"Kolaborasi ini dengan menjadi donatur dan Kakak Asuh Anak Stunting (KAAS), termasuk mengkampanyekan percepatan penurunan stunting di daerah ini," kata Sekretaris PSMTI Sulsel Hendryk Hodiono di Kantor BKKBN Sulsel, Jumat.

Menurut dia, bantuan berupa donasi dan menjadi Kakak Asuh ini diharapkan dapat membantu keluarga yang berpotensi maupun memiliki anggota keluarga yang stunting tersebar di Sulsel.

Dia mengatakan, pendampingan sekaligus menjadi KAAS tersebut dilakukan selama setahun dengan nilai donasi Rp1 juta per rumah tangga sasaran.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel Hj Andi Ritamariani mengatakan, penanganan Stunting itu melibatkan seluruh komponen, salah satunya komunitas Tionghoa dan media yang berkolaborasi mempercepat penurunan angka prevalensi stunting.

Hal itu dibenarkan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Makassar, Chaidir.

Menurut dia, angka prevalensi Stunting 2022 tercatat 18,08 persen, sekarang turun menjadi 18,04 persen.

"Memang penurunannya kecil hanya 0,4 persen, namun jumlah anak stunting yang sudah dicover mencapai sekitar 1.000 anak dan diharapkan tahun depan sudah dapat mencapai zero Stunting," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut PMSTI Sulsel memberikan bantuan peningkatan asupan gizi anak berupa telur satu rak dan susu kepada keluarga berisiko stunting asal Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar.

Sementara penerima bantuan asupan gizi untuk anak Balita, Sitti Halimah mengatakan, pihaknya sangat bersyukur mendapatkan bantuan penanganan Stunting yang akan rutin diberikan setiap bulan, selama setahun.


Para keluarga berpotensi Stunting disela penerimaan bantuan asupan gisi berupa telur dan susu yang diberikan oleh Sekretaris PMSTI Sulsel Hendryk Hadiono didampingi Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel (dari kiri ke kanan) disela kegiatan Silaturrahmi BKKBN Sulseldi Makassar, Jumat (28/4/2023). Antara/ Suriani Mappong



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026