
PKB Sulbar Dorong Pengembangan SDM

"Tentunya ini menjadi tantangan kedepan karena akan menjadi kelemahan bila Sulbar yang memiliki kekayaan melimpah namun SDM yang dimiliki rendah," katanya.
Mamuju (ANTARA Sulbar) - Partai Kebangkita Bangsa Provinsi Sulawesi Barat mendorong pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk memakismalkan pembangunan daerah.
"Pengembangan SDM masyarakat sangat dibutuhkan dalam rangka mencetak tenaga ahli mendorong maksimalnya pengelolaan kekayaan alam daerah," kata Sekretaris PKB Provinsi Sulbar, Muh Yahya Hanafi, di Mamuju, Rabu.
Ia mengatakan, Provinsi Sulbar sebagai salah satu provinsi termuda di Indonesia sangat terbatas dari segi SDM dalam rangka memaksimalkan pembangunan daerah.
Oleh karenanya SDM di Sulbar harus ditingkatkan melalui peningkatan pendidikan agar tenaga ahli di Sulbar siap mendorong maksimalnya pengelolaan kekayaan alam di sektor pertanian, perikanan, peternakan, dan pertambangan mendorong peningkatan ekonomi daerah.
Menurut dia, salah satu kelemahan Sulbar karena SDM yang dimiliki rendah nilainya mencapai 69 dan jauh dibawah IPM nasional sekitar 73 sehingga mengakibatkan Sulbar berada pada urutan ke 27 dari 34 Provinsi di Indonesia.
"Tentunya ini menjadi tantangan kedepan karena akan menjadi kelemahan bila Sulbar yang memiliki kekayaan melimpah namun SDM yang dimiliki rendah," katanya.
Ia mengatakan, apabila SDM berhasil didongkrak maka potensi kekayaan akan maksimal dikelola meningkatkan perekonomian daerah, sehingga pemerintah juga harus mendorong peningkatan sektor pendidikan dan kesehatan sebagai pendorong peningkatan SDM.
Dia menegaskan, ketika partainya diberi kesempatan dan dipercayakan masyarakat mengisi parlemen di Sulbar maka akan memperjuangkan peningkatan SDM.
"Akan kita perjuangkan peningkatan SDM memaksimalkan kekayaan alam, namun tetap akan bersandar pada misi partai sebagai partai `green` yakni memaksimalkan pengelolaan kekayaan alam dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan," katanya. Agus Setiawan
Pewarta : M Faisal Hanapi
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
