Makassar (ANTARA Sulsel) - Aparat Polsekta Rappocini yang bekerjasama dengan Polrestabes Makassar usai menggelar olah tempat kejadian perkara kasus pembunuhan sadis di Jalan Emy Saelan III Makassar, Nur Halimah (21) berhasil meringkus pelakunya, Asrul (18) di Parepare.
"Pelaku setelah melakukan pembunuhan sadis di Jalan Emy Saelan itu kemudian melarikan diri ke Parepare dan anggota yang mengejarnya sampai kesana berhasil meringkusnya," jelas Kapolsek Rappocini Kompol Haidir Said, di Makassar, Kamis.
Pelaku pembunuhan yang terbilang masih remaja itu membunuh korbannya dengan tusukan sebanyak 13 pada sekujur tubuhnya, baik disekitar leher maupun perut dan paha korbannya.
Antara korban dan pelaku yang masih bekerja di tempat yang sama yakni di rumah toko (ruko) milik Mansur (53) yang mempunyai usaha rental Playstation III serta usaha cuci pakaian (laundry).
Korban yang baru saja meraih gelar sarjananya di kampus Universitas Negeri Makassar (UNM) dengan jurusan Ilmu Sosiologi itu bekerja sampingan sebagai petugas laundry sejak menjadi mahasiswa. Sedangkan pelaku Asrul bertugas menjaga usaha rental Playstation III milik Mansur (53).
Ditubuh Nur Halima ditemukan luka tusukan pada bagian perut, leher, dada, dan pahanya. Saat ditemukan oleh majikannya Mansyur, korban juga dalam keadaan telanjang.
"Korban diduga diperkosa dan dibunuh oleh pelaku sebelum melarikan diri ke Parepare," katanya.
Pelaku sendiri yang memberikan keterangannya dihadapan penyidik kepolisian mengaku membunuh Halimah karena tidak pernah dipedulikan oleh korban dan keinginan membunuh itu akibat dari akumulasi kekecewaannya.
Pelaku juga mengaku kerap cemburu kepada korban setiap kali kekasih korban datang bertamu. Merasa tidak pernah diperdulikan, dirinya kemudian berusaha mendekati korban sambil ingin curhat mengenai permasalahannya.
"Saya cemburu, saya suka dengan Halimah. Tapi yang buat saya sakit hati ketika saya bercerita tentang masalah keluarga saya, dia (Halimah) tidak mau menggubrisnya, makanya saya tusuk dengan pisau dapur," jelasnya dihadapan polisi.
Sebelumnya, berdasarkan keterangan Mansyur, selaku pemilik laundry, menyebutkan pertama kali menemukan jenazah korban dalam kondisi tergeletak di dalam kamar mandi di lantai dua miliknya.
"Saya datang sore cuman mau cek laundry, pas saya di lantai dua, saya dengar suara HP bunyi, ternyata milik Halimah. Pas saya panggil berulang kali tidak ada jawaban," sebutnya.
Selanjutnya, Mansyur pun saat itu melakukan pengecekan keseluruh ruangan yang ada di rumahnya, sesampai di kamar mandi kondisi pintu dalam keadaan terkunci.
Dengan kondisi itu ia menduga, kalau korban berada di dalam, kemudian ia pun mencoba untuk membuka pintu. Namun, tetap saja tidak mendapat respon. Kemudian dirinya membongkar paksa pintu tersebut dan mendapati korban tergeletak di kamar mandi dalam keadaan setengah telanjang dan berlumuran darah. Agus Setiawan

