Logo Header Antaranews Makassar

Bupati Gowa paparkan potensi peternakan kepada Penjabat Gubernur Sulsel

Jumat, 20 Oktober 2023 01:33 WIB
Image Print
Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin saat mengunjungi peternakan warga di Kabupaten Gowa, Kamis (19/10/2023). ANTARA/HO/Pemkab Gowa

Gowa (ANTARA) - Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan memaparkan potensi peternakan di daerahnya kepada Penjabat Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin saat mengunjungi salah satu lokasi peternakan di Kecamatan Manuju.

"Potensi peternakan di Gowa cukup besar. Khususnya di wilayah Kecamatan Manuju yang rata-rata masyarakatnya telah menjadi peternak ayam petelur hingga boiler (ayam potong)," ujarnya mendampingi Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin di Gowa, Kamis.

Adnan menjelaskan untuk di wilayah di Kecamatan Manuju itu sudah ada tiga peternakan dengan sistem "close house" ayam potong yang mensuplai kebutuhan masyarakat Makassar dan lainnya.

Close house sendiri adalah sistem kandang tertutup yang menjamin keamanan secara biologi (kontak dengan organisme lain) dengan pengaturan ventilasi yang baik sehingga lebih sedikit stress yang terjadi pada ternak.

Bupati menyatakan jika Kabupaten Gowa telah menjadi penyandang bagi warga Kota Makassar mulai kebutuhan makannya, sayurannya, bahkan air bersih semuanya berasal dari Gowa.

"Kabupaten adalah penyangga kota Makassar juga menjadi penyandang kebutuhan makan, sayuran bahkan airnya untuk warga Makassar," katanya.

Sementara itu, Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin menjelaskan, kedatangannya ke Kecamatan Manuju ini untuk melihat langsung peternakan warga.

Selain itu ingin belajar dan mengetahui peluang dan kendala yang mungkin dihadapi dalam beternak ayam petelur, termasuk berapa modal yang dibutuhkan untuk pembuatan kandang.

"Saya belajar di sini, kalau kita bikin kandang dengan 3.000 ekor cukup dengan uang Rp650 juta. Itu sampai bertelur dan setiap hari bisa meraup Rp1,5 juta hingga Rp 2 juta," kata Bahtiar.

Peternakan kambing juga dinilainya potensial. Untuk anaknya saja yang baru keluar atau yang baru dilahirkan itu harganya kisaran Rp2,5 juta, dengan bibit indukan impor.

“Makanya saya ajak teman-teman dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan bagaimana caranya belajar dengan orang yang sukses dibidangnya. Rencananya saya akan kembangkan Pucak Maros itu jadi kawasan pusat peternakan ayam dan kambing,” katanya.

Dirinya yakin sektor peternakan akan menjadi sumber pendapatan alternatif masyarakat dan mengatasi kemiskinan di Sulsel. Selain itu, lahan di ketinggian ini tidak bisa ditanami padi.

"Jadi memang harus ada alternatif usaha yaitu peternakan. Ini pakannya juga dari jagung sehingga dari hulu hingga hilir bisa kita hidupkan," ujarnya.

Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin yang didampingi Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulsel Nurlina Saking, Perwakilan OJK Regional Sulampua, serta beberapa perwakilan perbankan yang mengunjungi Radjawalie Farm milik Daeng Alli.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026