
Pemprov Sulbar Segera Normalisasi Sungai Tarailu

"Pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran untuk kegiatan normalisasi sungai. Anggaran ini turun berkat dukungan teman-teman yang ada di DPR untuk mengalokasikan dana untuk meminimalisir terjadinya dampak bencana banjir," jelasnya.
Mamuju (ANTARA Sulbar) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, segera melakukan normalisasi Sungai Tarailu, Kecamatan Sampaga, Kabupaten Mamuju, untuk meminimalisir dampak musibah banjir yang setiap tahun melanda wilayah itu.
Hal ini disampaikan Ketua DPRD Sulbar, H Hamzah Hapati Hasan saat mengunjungi masyarakat Tarailu, Mamuju, Selasa.
Menurutnya, keluhan masyarakat terkait bencana banjir yang melanda pemukiman penduduk di Tarailu telah mendapatkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat.
"Pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran untuk kegiatan normalisasi sungai. Anggaran ini turun berkat dukungan teman-teman yang ada di DPR untuk mengalokasikan dana untuk meminimalisir terjadinya dampak bencana banjir," jelasnya.
Dia menyampaikan, Sungai Tarailu sering mengakibatkan penduduk di daerah ini harus kebanjiran akibat sungai yang meluap.
Sehingga, salah satu solusi dalam menjawab masalah banjir yang menimbulkan danpak bencana banjir harus dilakukan normalisasi.
"Minimal kegiatan normalisasi sungai ini akan menurunkan dampak buruk terhadap bencana. Bencana banjir tidak bisa dihindari apabila sudah menjadi kehendak tuhan. Namun, kita harus tetap berbuat untuk meredam dampak sosial yang ditimbulkannya," ujarnya.
Dia berharap, program ini segera dilaksanakan dalam waktu dekat untuk menjawab persoalan pelik yang dihadapi masyarakat.
"Masyarakat harus melakukan pengawasan terhadap kegiatan proyek yang dibangun dengan menghabiskan anggaran yang besar. Jangan biarkan, proyek ini dikerjakan rekanan asal jadi tanpa kualitas bangunan yang memadai," uapnya. FC Kuen
Pewarta : Oleh Aco Ahmad
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
