
KONI Minta Pertina Bersikap Bijak Terhadap Irma

"Irma itu merupakan petinju potensial. Jika dibina secara serius maka tidak butuh waktu lama untuk membuatnya berprestasi. Sebalinya jika justru lebih memilih mencari petinju baru tentu butuh waktu lama untuk memolesnya," katanya.
Makassar (ANTARA Sulsel) - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Selatan meminta Pengprov Pertina Sulsel bersikap bijaksana dan tidak mengambil keputusan emosional terhadap petinju potensial Irma Putri.
Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Sulsel Nukhrawi Nawir, di Makassar, Sulsel, Jumat, mengatakan Pengprov Pertina seharusnya lebih fokus bagaimana melakukan pembinaan kepada atlet agar mampu bersaing dan berprestasi di tingkal nasional khususnya PON Jabar 2016.
"Irma itu merupakan petinju potensial. Jika dibina secara serius maka tidak butuh waktu lama untuk membuatnya berprestasi. Sebalinya jika justru lebih memilih mencari petinju baru tentu butuh waktu lama untuk memolesnya," katanya.
Irma Putri memang salah satu atlet Sulsel yang cukup potensial. Irma juga memiliki keistimewaan karena memiliki kemampuan pada cabang olahraga muay thai. Bahkan hal itu sudah dibuktikan setelah dipanggil masuk pelatnas Muay Thai SEA Games Myanmar 2013.
Sementara di olahraga tinju, atlet tersebut juga telah membuktikan kualitasnya dengan tampil sebagai juara di turnamen Piala Pengdam VII/Wirabuana 2012. Irma yang tidak diakomodir Pertina Sulsel juga sukses merebut perunggu saat memutuskan memperkuat Kaltim di Sarung Tinju Emas (STE) Medan 2013.
Menurut dia, jika pun ada masalah pribadi antara Ketua Pertina dan orang tua Irma, seperti yang berhembus belakangan ini, juga tidak bisa menjadi alasan sehingga menjadikan atlet yang sempat masuk bidikan timnas menggantikan Selly Wanimbo ini sebagai korban.
"Untuk membina atlet itu bukan pekerjaaan mudah. Makanya jika ada atlet yang memiliki potensi dan mau memperkuat Sulsel tentu selayaknya bisa diakomodir,` jelasnya.
Sekretaris Umum Pertina Sulsel Abdi Amahoru, menyatakan pihaknya telah mengambil keputusan melakukan skorsing seumur hidup terhadap Irma Putri bersama pengurus, dan dua wasit hakim karena dinilai melakukan tindakan indisipliner.
Khusus atlet yang bernama Irma Putri, kata dia, mendapat skorsing setelah memperkuat tim Kaltim pada pelaksanaan STE Medan 2013.
"Ada empat yang terkena skorsing masing-masing dua wasit hakim, satu pengurus dan satu orang atlet. Sanksi ini kita terapkan karena keempatnya melakukan tindakan indisipliner," ujarnya. J Suswanto
Pewarta : Abd Kadir
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
