
Gubernur Sulbar Evaluasi Pejabat Gagal

"Harus saya akui masih terdapat kelemahanan Sumber Daya Manusia (SDM) baik pejabat eselon II, III dan IV. Ini juga menjadi problem bagi daerah ini yang memang memiliki keterbatasan SDM," kata Anwar Adnan Saleh di Mamuju, Rabu.
Mamuju (ANTARA Sulbar) - Gubernur Sulawesi Barat, Anwar Adnan Saleh, mengatakan telah melakukan evaluasi terhadap pejabat yang dianggap gagal dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi serta tanggungjawab pada masing-masing intansi yang ada di daerah ini.
"Harus saya akui masih terdapat kelemahanan Sumber Daya Manusia (SDM) baik pejabat eselon II, III dan IV. Ini juga menjadi problem bagi daerah ini yang memang memiliki keterbatasan SDM," kata Anwar Adnan Saleh di Mamuju, Rabu.
Meski demikian, kata dia, keterbatasan SDM ini tidak bisa menjadi alasan untuk gagal dalam melaksanakan program pembangunan yang telah dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Karena itu, kata dia, dirinya selaku pejabat publik yang dipilih rakyat tentu tidak ingin gagal dalam melaksanakan program pembangunan hingga akhir masa jabatan selaku gubernur hingga 2016.
"Pejabat yang gagal akan saya evaluasi. Jika tidak ada kendala, maka proses mutasi akan segera dilaksanakan," ungkap Anwar.
Gubernur dua periode ini menyampaikan, pengisian jabatan yang lowong juga menjadi perhatian dalam menempatkan pejabat yang baru.
Beberapa instansi yang masih lowong diantaranya Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Dinas Kehutanan, Badan Promosi dan Penanaman Modal Daerah, Dinas ESDM, Kantor Kesbangpol.
"Jabatan eselon II yang kosong ini masih dikendalikan seorang pelaksana tugas. Makanya, perlu penempatan pejabat permanen dalam rangka optimalisasi pelaksanaan program dan pelayanan publik di daerah ini," jelas Anwar.
Proses mutasi pejabat yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat merupakan bentuk penyegaran bagi pejabat yang selama ini telah membantunya melaksanakan roda pemerintahan.
"Tim Baperjakat sementara melakukan evaluasi terhadap pejabat yang akan kami lantik. Tunggu saja, siapa nama-nama pejabat eselon yang akan menempati posisi," ujarnya.
Hal yang pastinya, kata dia, penempatan pejabat itu dilaksanakan dengan mengacu disiplin ilmunya tanpa ada pertimbangan yang lain. Agus Setiawan
Pewarta : Aco Ahmad
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
