Makassar (ANTARA) - Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Makassar Melinda Aksa mendorong integrasi antara layanan PAUD dan Posyandu Prima sebagai langkah strategis untuk menekan angka stunting di Kota Makassar.
“Jika PAUD dan posyandu terintegrasi dengan baik, maka angka stunting bisa kita tekan," kata Melinda saat memberikan arahan dalam Bimtek Penyelenggaraan PAUD dan Posyandu Prima, Selasa.
Kegiatan ini melibatkan para Bunda PAUD, kader posyandu, kader KB, dan kepala PAUD se-Kota Makassar.
Bagi Melinda, Posyandu Prima adalah mitra penting bagi layanan PAUD. Keduanya dinilai harus saling mendukung untuk menciptakan anak-anak yang sehat, cerdas, dan ceria.
Apalagi, isu stunting masih menjadi perhatian nasional yang menuntut kolaborasi seluruh elemen, termasuk kader dan tenaga pendidik PAUD.
Untuk itu, Melinda menekankan PAUD dan posyandu adalah prioritas utama dalam mendukung tumbuh kembang anak dan pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar urusan administratif.
Ia menjelaskan Posyandu Prima adalah inovasi yang mengintegrasikan layanan kesehatan dasar, gizi, imunisasi, KB, dan PAUD, sehingga anak-anak mendapat pelayanan terpadu dan berkelanjutan di satu tempat.
Saat ini di Kota Makassar telah ada lima Posyandu Prima yang pelayanannya terintergrasi enam bidang dan melayani seluruh siklus hidup yang mencakup bayi, balita, remaja, dewasa, hingga lansia.
Langkah sinergi atau kolaborasi menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kota Makassar bersama Bunda PAUD dalam meningkatkan layanan pendidikan anak usia dini dan kesehatan masyarakat secara holistik dan berkelanjutan.
Melinda juga menyebut bahwa kader sebagai ujung tombak kesejahteraan keluarga di kelurahan, dengan peran strategis dalam layanan kesehatan dasar bagi anak dan ibu.
“Tanpa peran aktif para kader, sulit bagi kita untuk menjangkau langsung kebutuhan masyarakat di lapisan terbawah,” ujarnya.

