Makassar (ANTARA) - Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan Sulawesi Selatan (Sulsel) Supendi menyebutkan, penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) di wilayahnya mencapai Rp6,58 triliun hingga Mei 2025.
"Untuk penyaluran KUR berada di angka Rp6,58 triliun atau mengalami pertumbuhan minus 8,29 persen secara year on year (yoy). Kalau tahun 2024 itu penyaluran sebesar Rp7,18 triliun," ujarnya di Makassar, Rabu.
Dia mengatakan, penyaluran KUR di Sulsel sebesar Rp6,58 triliun itu merupakan provinsi tertinggi pertama di luar Pulau Jawa.
"Sulsel itu tertinggi pertama di luar Pulau Jawa. Tertinggi pertama di Indonesia itu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sulsel yang keempat," katanya.
Adapun penyaluran berdasarkan sektornya yakni, sektor usaha pertanian, perburuan, dan kehutanan telah tersalur Rp3,1 triliun disusul sektor usaha perdagangan besar dan eceran telah tersalur sebanyak Rp2,1 triliun.
Pada jasa sektor jasa kemasyarakatan, sosial budaya, hiburan dan perorangan lainnya tersalurkan Rp463,08 miliar, sektor perikanan tersalurkan Rp245,87 miliar, sektor industri pengolahan tersalur Rp241,28 miliar dan lainnya tersalurkan Rp297,11 miliar.
Adapun bank penyalur yakni Bank Rakyat Indonesia (BRI) dengan total Rp5,3 triliun untuk 106.802 debitur, Bank Mandiri Rp815,92 miliar (5.849 debitur), BPD Sulselbar Rp143,34 miliar (1.048 debitur).
Selanjutnya Bank Negara Indonesia (BNI) menyalurkan sebesar Rp133,59 miliar untuk 493 debitur, Bank Syariah Indonesia (BSI) Rp119,80 miliar (669 debitur) dan bank lainnya juga menyalurkan sebanyak Rp63,78 miliar untuk 2.058 debitur.

