Mamuju (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka menegaskan pentingnya reforma agraria untuk menciptakan sumber kemakmuran dan kesejahteraan serta menjaga kehidupan masyarakat.
"Reforma agraria bertujuan mengurangi ketimpangan lahan, dapat menangani konflik agraria serta menciptakan sumber kemakmuran dan kesejahteraan dan menjaga kehidupan masyarakat," kata Suhardi Duka pada rapat koordinasi awal (Rakorwal) Gugus Tugas Reforma Agraria Provinsi Sulbar di Mamuju, Rabu.
Ia juga mengajak seluruh elemen pemerintah, termasuk TNI dan Polri untuk senantiasa melaksanakan dan meningkatkan reforma agraria tahun 2025.
"Jadi kita harap, reforma agraria di Sulbar bisa berjalan dengan baik yang dikerjakan bersama. Saya waktu di Komisi IV DPR sangat kritis terhadap ketidakadilan kepemilikan tanah di Indonesia," tegas Suhardi Duka.
Apalagi, lanjutnya, Presiden Prabowo Subianto melihat kenyataan ini, dan ingin melakukan reforma agraria untuk menciptakan rasa adil, sekaligus menciptakan kemakmuran di tengah kepemilikan rakyat.
"Jadi saya menyambut baik reforma agraria yang dilaksanakan BPN Sulbar. Apalagi sesuai penyampaian Kepala BPN bahwa target tahun 2025 kita sudah mencapai 95 persen pada bulan Juni ini," terang Suhardi Duka.
Olehnya, Gubernur menyatakan akan mengusulkan kembali untuk menambah target dua kali lipat kepada Provinsi Sulbar agar bisa dicapai untuk tahun 2026.
Sementara, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sulbar Budi Kristiyana menyampaikan, rapat koordinasi awal itu dilaksanakan untuk percepatan program reforma agraria.
"Apalagi ini merupakan program strategis nasional. Jadi, ini memiliki peran penting untuk pemasaran, kepemilikan dan pemanfaatan serta penyelesaian konflik agraria," kata Budi Kristiyana.
Reforma agraria tambah Budi Kristiyana, dilaksanakan dengan memperhatikan pemberdayaan masyarakat dapat menjadi landasan kuat untuk meningkatkan investasi di wilayah Sulbar.
"Ini juga dapat menjadi peluang pengembangan infrastruktur, pertanian, pariwisata dan sektor-sektor lainnya sehingga bisa meningkatkan ekonomi di Sulbar," ujar Budi Kristiyana.

