Mamuju (ANTARA) - Wakil Gubernur Sulawesi Barat Salim S Mengga menegaskan upaya pemberantasan narkoba di Sulbar harus menyasar kepada bandar narkoba yang menjadi sumber utama peredaran barang haram tersebut.
"Menangkap pengguna saja tidak cukup, karena akar masalah berada pada para bandar yang terus menyuplai narkoba ke masyarakat. Selama bandarnya masih bebas, maka pengguna baru akan terus bermunculan," tegas Salim Mengga, di Mamuju, Selasa.
Ia berharap, dengan ditangkapnya satu pengguna di wilayah Polewali Mandar, bandar narkoba dapat segera ditangkap.
"Bandar ini yang membawa narkoba ke Sulbar, baik melalui laut maupun udara," ujar Salim Mengga.
Ia juga menyebutkan bahwa perdagangan narkoba memang menjanjikan, sehingga banyak yang berminat.
"Dulu ada dua bandar, tetapi yang satu sudah meninggal, dan satunya lagi seorang perempuan," katanya..
Peredaran narkoba di Sulbar menurut Wagub, masih belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Meski aparat penegak hukum terus melakukan operasi penangkapan namun lanjutnya, masih ada bandar narkoba yang berkeliaran bebas dan menjalankan jaringan peredaran barang haram tersebut.
"Selama masih ada bandar yang tidak tersentuh hukum, maka peredaran narkoba tidak akan pernah benar-benar berhenti," ujar Salim Mengga.
Ia menambahkan bahwa penegakan hukum harus menyasar ke akar permasalahan, yakni para pengendali utama di balik jaringan tersebut.
Wagub juga meminta agar masyarakat lebih waspada dan berperan aktif dalam melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitarnya.
"Saya meminta peran aktif masyarakat untuk berani melaporkan jika mengetahui ada penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitanya. Dengan demikian, diharapkan peredaran narkoba dapat dicegah dan ditangani secara efektif," kata Salim Mengga.
Sebelumnya, Wakil Gubernur Sulbar melalui akun Facebook @Salim Mengga menyebut adanya bandar narkoba menetap di sekitar Jembatan Sungai Mandar, Tinambung Kabupaten Polewali Mandar.
Postingan tersebut langsung mendapat reaksi beragam dari pengguna media sosial dan menjadi perbincangan hangat di masyarakat di Sulbar.

