
Perusda Parkir Sidak Setelah Disoroti DPRD

"Kami langsung sidak setelah mendengar banyak aduan warga dan apalagi hasil reses dari para anggota DPRD Makassar juga menemukan itu, sehingga kami cek ke lapangan," jelas Direktur Perusda Parkir Aryanto Dammar di Makassar, Selasa.
Makassar (ANTARA Sulsel) - Perusahan Daerah (Perusda) Parkir Makassar melakukan penertiban di sejumlah titik parkir di Jalan Pengayoman-Boulevard setelah menerima banyak aduan masyarakat serta sorotan dari DPRD Makassar.
"Kami langsung sidak setelah mendengar banyak aduan warga dan apalagi hasil reses dari para anggota DPRD Makassar juga menemukan itu, sehingga kami cek ke lapangan," jelas Direktur Perusda Parkir Aryanto Dammar di Makassar, Selasa.
Dia mengatakan, penertiban yang dilakukannya merupakan rutinitas yang dilakukan Perusda Parkir untuk menertibkan sekaligus menindak lanjuti banyaknya informasi yang diterimanya terkait aktivitas juru parkir liar.
Tim penertiban Perusda Parkir yang menyisir lokasi di kawasan pusat perekonomian itu banyak menemukan juru parkir liar dan menertibkannya. Para jukir ini kemudian diangkut untuk dibawa ke kantor PD Parkir di Jalan Hati Mulia.
"ini semua untuk menyikapi adanya anggapan masyarakat dan anggota dewan terhadap banyaknya jukir liar, makanya kita lakukan ini penertiban. Semua jukir liar yang didapat kita bawa ke kantor untuk di data ulang," katanya.
Salah satu juru parkir liar yang sempat diamankan di depan Kios Lagaligo Jalan Pengayoman itu meronta dan melakukan perlawanan karena tidak ingin dibawa ke kantor Perusda Parkir.
Namun setelah diberikan penjelasan langsung oleh Ariyanto Dammar, akhirnya juru parkir liat itu bersedia untuk dibawa dan didata. Selain menertibkan jukir, PD Parkir juga menertibkan kendaraan yang diparkir di bahu jalan.
Pada sidak tersebut, didapati pula jukir yang memasang tarif Rp2000-Rp3000 untuk pengendara motor. Padahal aturannya tarif parkir untuk motor hanya Rp1000 dan mobil Rp2000. Selain itu, dua anak di bawah umur juga kedapatan menggunakan rompi parkir.
Dalam kesempatan tersebut, Aryanto juga menegaskan tidak akan menaikkan tarif parkir karena tarif yang ada sekarang ini sudah cukup besar, hanya saja dia meminta agar pengguna jasa bisa meminta karcis.
"Kenaikan belum ada karena untuk menaikkan tarif tidak mudah, membutuhkan kajian dan diajukan ke badan pengawas untuk mendapatkan pertimbangan dan ini tergantung persetujuan wali kota sebagai pimpinan," jelasnya.
Dirinya menhimbau, agar masyarakat untuk memarkirkan kendaraannya di tempat yang ditetapkan dan membayar sesuai dengan tarif yang tertera di karcis.
Tidak hanya melakukan penertiban, Aryanto juga mengingatkan jukir untuk menjaga kebersihan diwilayah parkirnya, dia juga membagikan kantong plastik ke jukir untuk digunakan sebagai kantong sampah. Agus Setiawan
Pewarta : Muh Hasanuddin
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
