Donggala (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah melaporkan bahwa banjir bandang menerjang wilayah Banawa dan Rio Pakava, Kabupaten Donggala akibat curah hujan tinggi, sehingga debit air meningkat dan meluap ke pemukiman warga.
"Berdasarkan laporan tim lapangan, banjir juga menerjang wilayah Desa Limboro Banawa Tengah dan Desa Pantolobete, Lalundu Dusun 1, Rio Mukti, Panca Mukti, Bonemarawa, Mbulawa, Ngovi, Pakava, dan Polanto Jaya Dusun 4 Kecamatan Rio Pakava, Kabupaten Donggala," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPBD Sulteng Asbudianto saat ditemui awak media di Kota Palu, Senin.
Ia mengemukakan penyebab banjir di Banawa Tengah dan Rio Pakava akibat wilayah tersebut diguyur hujan deras, sehingga menyebabkan air sungai meluap.
"Untuk wilayah terdampak di Banawa Tengah, yakni 10 rumah warga dan jalan trans Sulawesi terendam banjir, saat ini air sudah surut, namun perlu dilakukan normalisasi sungai agar saat terjadi hujan tidak mengakibatkan banjir kembali," ucapnya.
Ia menuturkan banjir di Rio Pakava membuat jalan poros Desa Lalundu digenangi air.
"Kalau di Rio Pakava itu kebutuhan mendesaknya adalah perbaikan saluran drainase, terutama di jalan poros Desa Lalundu," ujarnya.
Diketahui terdapat 11 desa lainnya juga diterjang banjir, seperti Desa Wani 1, Wani 2, Wani 3, dan Wani Lumbumpetigo, Kecamatan Tanantovea, Desa Amal Dusun Maliko, Toaya, Kumbasa, Enu, Lero, dan Sumari, Kecamatan Sindue, serta Desa Labuan Toposo Dusun Sisere, Kecamatan Labuan.
Bupati Donggala Vera Elena Laruni mengaku sudah memerintahkan BPBD setempat untuk menurunkan sejumlah alat berat guna membersihkan sisa material banjir pada wilayah terdampak bencana banjir tersebut.
Menurut dia, BPBD Donggala sejak kemarin sudah turun untuk melakukan pendataan kerusakan-kerusakan, baik rumah warga dan fasilitas umum lainnya.
"Hari ini saya bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait melakukan peninjauan ke lokasi banjir di Desa Wani, Kecamatan Tanantovea dan Sindue sekalian membawa bantuan kepada warga terdampak bencana banjir," kata Vera.

