Logo Header Antaranews Makassar

Hari Kebangkitan Bangsa, Bawaslu Sulsel ajak pemilih sadar demokrasi

Rabu, 20 Mei 2026 21:45 WIB
Image Print
Suasana pelaksanaan program Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) 2026 di Aula Kantor Bawaslu Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. ANTARA/HO-Dokumentasi Bawaslu Sulsel.

Makassar (ANTARA) - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Selatan mengajak pemilih untuk sadar berdemokrasi melalui pendidikan pengawasan partisipatif (P2P) yang bertepatan momentum memperingati Hari Kebangkitan Bangsa (HKB).

"Momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional ini menjadi refleksi penting dalam membangun kesadaran demokrasi dan semangat perubahan," ujar Anggota Bawaslu Sulsel Saiful Jihad di Kantor Bawaslu Kabupaten Takalar, Rabu.

Ia menekankan, bahwa kualitas demokrasi di masa mendatang sangat ditentukan oleh keseriusan seluruh elemen dalam membenahi tata kelola kepemiluan sejak dini.

"Pemilu 2029 dapat menjadi lebih baik dan lebih bermartabat apabila sejak hari ini kita mulai membenahi tata kelola kepemiluan secara serius, menyeluruh, dan berkelanjutan," paparnya.

Menurutnya, sejarah kebangkitan bangsa mengajarkan bahwa kemajuan hanya dapat dicapai melalui keberanian untuk bertransformasi. Ini mengajarkan kepada kita bahwa kebangkitan sebuah bangsa tidak pernah lahir dari keadaan yang stagnan.

"Sebuah negara hanya dapat bangkit apabila memiliki kesadaran untuk berubah, memperbaiki diri, dan membangun tata kelola yang lebih baik demi masa depan demokrasi yang lebih beradab," kata pria akrab disapa Ipul itu.

Pendidikan Pengawas Partisipatif ini merupakan bagian dari upaya Bawaslu Sulsel dalam memperkuat kapasitas dan keterlibatan masyarakat dalam pengawasan pemilu.

Melalui kegiatan P2P tersebut, Bawaslu mendorong lahirnya masyarakat yang tidak hanya memahami proses demokrasi, tetapi juga memiliki kepedulian dan tanggung jawab dalam menjaga integritas pemilu.

Pendidikan pengawasan tersebut penuh antusias diikuti peserta dari berbagai latar belakang. Harapannya, tujuan dari kegiatan ini menjadi energi baru dalam memperkuat pengawasan partisipatif serta membangun budaya demokrasi yang lebih inklusif, berintegritas, dan bermartabat di Sulsel.

Program P2P merupakan instruksi dari Bawaslu RI yang bertujuan mencetak kader pengawas pemilu partisipatif dari kalangan masyarakat. Kegiatan tersebut dilaksanakan baik secara luring maupun daring tersebar di 514 kabupaten kota se-Indonesia dengan kurikulum pengawasan berbasis digital.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026