
23 delegasi Muhammadiyah luar negeri hadiri MIM

"Tujuan pertemuan ini untuk memperkuat visi dan gerakan Muhammadiyah...
Makassar (ANTARA Sulsel) - Sebanyak 23 delegasi perwakilan Muhammadiyah luar negeri mengikuti pertemuan Muhammadiyah International Meeting (MIM) di Hotel Aryaduta Makassar, Sulawesi Selatan.
"Tujuan pertemuan ini untuk memperkuat visi dan gerakan Muhammadiyah dalam memperjuangkan Islam sebagai rahmat bagi semesta alam serta Forum MIM mempersatukan gagasan muhammadiyah di tingkat global," kata Ketua Panitia MIM Wachid Ridwan, Minggu.
Menurut dia Pertemuan tersebut sebagai ajang konsolidasi gerakan Muhammadiiyah di tingkat internasional yang diikuti tidak hanya perwakilan dari 23 negara serta diikuti 16 pimpinan cabang istimewa Muhammadiyah, `sister organization dan sejumlah tamu kehormatan dari berbagai negara.
Ia menjelaskan pertemuan internasional tersebut secara rutin dilaksanakan sejak Muktamar ke-45 pada 2005 di Kota Malang. Sebelumnya, 2010 pertemuan rutin ini diperluas dengan mengundang tamu kehormatan dari luar negeri dan negara sahabat.
"Kami menjadikan agenda ini sebagai agenda rutin setiap muktamar untuk mempersatukan Muhammadiyah Internasional yang terdiri dari Cabang Istimewa di luar negeri dan Sister organisasi dari berbagai negara yang berafiliasi dengan Muhammadiyah," katanya.
Selain membahas dinamika Muhammadiyah di luar negeri, lanjutnya, pertemuan tersebut juga akan membahas prospek dan tantangan dakwah muhammadiyah serta dan kerja sama Muhammadiyah dengan organisasi-organisasi di tingkat golbal.
Organisasi Islam tertua ini akan melakukan penandatanganan kerja sama dengan beberapa organisasi di mancaranegara untuk melakukan dakwah di tingkat global.
Diketahui saat ini Cabang Istimewa ada di 16 negara, sementara organisasi yang berafiliasi dengan Muhammadiyah sudah berdiri di Singapore, Malaysia, Thailand, Vietnam, Laos, Kamboja, Korea, dan Jepang.
Pewarta : Darwin Fatir
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
