
Polisi dan massa paslon Bupati Gowa bentrok

"Kami hanya bertahan dan diserang terus oleh mereka...
Gowa, Sulsel (ANTARA Sulsel) - Massa pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor urut satu, Andi Maddusila-Wahyu Permana Kaharuddin terlibat bentrok dengan aparat kepolisian yang bertugas mengamankan pemilihan kepala daerah.
Berdasarkan pantauan di lokasi kejadian, Sabtu, barikade kepolisian gabungan dari Polres Gowa, dibantu anggota Polrestabes Makassar serta Brimob Polda Sulselbar sudah memasang kawat berduri atau barrier di depan Kantor Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu).
Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, bentrokan dimulai dengan lemparan batu oleh massa.
"Kami hanya bertahan dan diserang terus oleh mereka. Kita tidak ingin membalasnya karena kita semua sama dan tidak perlu ada yang terluka karena ini," katanya.
Barung meminta kepada semua pasangan calon untuk bisa mengendalikan pendukungnya agar bisa terus mengawal proses tahapan ini tanpa harus merusak fasilitas dan melukai banyak orang lagi.
Bahkan dalam bentrokan itu, salah seorang anggota Brimob Detasemen A Polda Sulselbar, Bripka Hendra terluka dan mengalami luka robek pada kepalanya setelah terkena batu.
Meskipun mendapatkan berondongan lemparan batu dari massa pasangan nomor urut satu, Maddusila-Wahyu serta pasangan calon Tenri Olle Yasin Limpo-Hairil Muin, namun aparat kepolisian tidak membalasnya dengan cara membabi buta.
Polisi hanya terus membalas serangan itu dengan tembakan gas air mata dan mengamankan satu orang warga yang membawa anak panah dan ketapelnya.
"Satu orang diamankan karena diduga provokator dan ternyata saat diamankan itu ditemukan anak panah dan ketapelnya. Untuk sementara diamankan di Mako Polres Gowa dulu," katanya.
Sebelumnya, ratusan massa tersebut berkumpul di Rumah Adat Balla Lompoa (rumah besar) untuk melakukan konsolidasi gerakan dengan menamai Gerakan Penyelamat Suara Rakyat. Kendati hujan turun tidak menyurutkan semangat mereka.
Massa gabungan ini juga memprotes salah satu pasangan kandidat nomor urut lima Adnan Purichta Ichsan Yasin Limpo-Abdul Rauf Kareng Kio (Adkio) karena unggul dalam perhitungan cepat bahkan mereka menduga melakukan kecurangan, namun belum bisa dibuktikan.
Secara terpisah Kepala Polisi Daerah Sulawesi Selatan dan Barat Irjen Pol Pudji Hartanto Iskandar menegaskan bila massa tetap melakukan gerakan-gerakan atau menciptakan suasana yang akan menimbulkan kekacauan keamanan dan ketertiban maka dilakukan tindakan.
"Kami berusaha agar suasana tetap kondusif, bilamana hal itu menggangu kambtimas maka diambil tindakan. Saya berharap agar para pendukung sabar menunggu keputusan resmi KPUD untuk senantiasa tertib menjaga stabilitas keamanan," ujarnya kepada wartawan di Makassar.
Hingga sore suasana masih tegang, ratusan massa masih terus berkumpul di depan kantor Panwaslu dan KPUD. Polisi dibantu TNI masih terus berjaga-jaga dalam menjaga keamanan.
Pewarta : Muh Hasanuddin
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
