Gubernur: Pelebaran Jalan Dukung Pengembangan Pariwisata Malino

Pewarta : id gubernur sulsel, malino, pelebaran jalan

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (kanan) pada rapat Pelebaran Jalan Poros Sungguminasa-Malino yang di hadiri Wakil Bupati Gowa, Lingkup Dinas PU dan para Balai Jalan di Ruang Kerja Gubernur, Rabu (8/3). (FOTO/Dokumentasi)

Makassar (Antara Sulsel) - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo mengatakan pelebaran ruas jalan Malino-Sungguminasa, Kabupaten Gowa dimaksudkan untuk mendukung pengembangan pariwisata Malino.

"Idealismenya begini, agar ada tempat wisata yang sangat dekat dari Kota Makassar, representatif dan berskala internasional dan pilihannya adalah Malino, dan hal ini juga didukung oleh Wakil Presiden," kata Gubernur Syahrul usai memimpin rapat pelebaran ruas jalan Malino-Sungguminasa di Makassar, Rabu.

Gubernur mengatakan dengan pelebaran jalan hingga empat jalur, daya tempuh menuju wilayah dataran tinggi tersebut dari Kota Makassar diharapkan bisa kurang dari 50 menit. Sementara saat ini, waktu tempuh dapat mencapai 60 hingga 90 menit.

"Dengan pelebaran jalan ini, harapannya masyarakat akan lebih nyaman melakukan perjalanan ke Malino, sehingga pada akhir pekan ketika warga di sekitar Makassar datang ke kota, warga Kota Makassar bisa berlibur ke Malino," jelas Syahrul.

Pihaknya, kata Syahrul, akan mengembangkan destinasi wisata di sekitar kawasan Kebun Teh Malino. Selain itu nantinya akan dibangun "rest area" di tepi jalan menuju Malino.

Menurut gubernur, untuk tahap awal pelebaran jalan akan dilakukan sepanjang 5 km, dari arah Malino ke Sungguminasa, dengan anggaran Rp40 miliar.

"Ini tahap awal, kita berharap ini dapat memancing anggaran dari pusat, karena ruas jalan tersebut adalah ruas jalan nasional," ucap Syahrul.

Pelebaran jalan tahap pertama tersebut, kata Syahrul, diharapkan dapat dirampungkan pada November mendatang. Secara total, lanjutnya, akan dibutuhkan anggaran hingga sekitar Rp120 miliar.

"Kemarin kita juga sudah bicara dengan Menteri PU, tahap pertama dianggarkan Rp40 miliar, di anggaran perubahan diharapkan sisa-sisa anggaran di kawasan Timur yang tidak digunakan bisa untuk mendukung pekerjaan ini," pungkasnya.
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar