Gubernur Sulsel Tinjau Pasar Grosir Butung Pascakebakaran

Pewarta : id gubernur sulsel, kebakaran, pasar butung

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (dua kanan) didampingi Wakil Wali Kota Makassar Syamsu Rizal (kiri) meninjau pasar grosir Butung pascakebakaran di Makassar, Rabu (7/6). (ANTARA FOTO/Darwin Fatir)

Makassar (Antara Sulsel) - Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo melakukan peninjauan di pasar Grosir Butung pascakebakaran di Jalan Sulawesi, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu.

Gubernur didampingi Wakil Wali Kota Makassar Syamsu Rizal saat itu menyempatkan menyapa pedagang yang masih bertahan di losnya saat api berhasil dipadamkan di pasar setempat satu jam kemudian oleh petugas pemadam.

Peninjauan mulai dilakukan dari lantai dua hingga lantai lima untuk melihat langsung dua tokoh yang terbakar persis berada di bagian utara pasar yang berusia 100 tahun itu.

Tidak hanya meninjau, Syahrul bersama Rizal disapa akrab Deng Ical dan kepala pasar Butung usai melihat lokasi kebakaran di lantai lima, saat berjalan turun sejumlah pedagang yang masih bertahan di los memilih berswa foto dengan keduanya.

Guna menenangkan para pedagang, Deng Ical kemudian masuk di kantor pasar dan menggunakan pengeras suara menyampaikan agar pedagang tidak usah risau api sudah padam sehingga pedagang bisa berjualan kembali.

"Silahkan membuka losnya masing-masing, api sudah padam dan perdagangan bisa dibuka kembali seperti biasa," katanya melalui pengeras suara selanjutnya mempersilahkan Syahrul menyampaikan imbauannya.

Gubernur dua periode ini lalu berbicara melalui pengeras suara informasi dengan menuturkan bahwa situasi sudah kembali normal. Bahkan dia memberikan apresiasi kesigapan tim pemadam yang berhasil menjinakkan api sebelum melebar ke kios lainnya, mengingat Pasar Butung adalah pusat grosir di Kawasan Timur Indonesia.

"Kebakaran beberapa jam lalu, sudah sepenuhnya dikendalikan dan suasana pasar kembali baik. Mari kita petik hikmah dari peristiwa ini. Apalagi di bulan Ramadhan belanja tertinggi rakyat di pasar ini, bukan hanya di Sulsel tapi ada 12 provinsi di kawasan timur bergantung di pasar ini seperti Papua, Kalimantan," katanya menyemangati pedagang.

Dengan kejadian tersebut, kata mantan Bupati Gowa dua periode itu, pengelola pasar segera memulihkan agar tidak mengganggu transaksi masyarakat yang membutuhkan pakaian dan lainnya.

Semua pihak, ujarnya, agar menjaga pasar sama-sama dengan baik juga aman dari terjadinya insiden.

Sebelumnya, kebakaran di Pasar Grosir Butung terjadi pada pukul 11.00 Wita. Api berasal dari salah satu Toko Ardilah berada di lantai tiga ruko 99.

Beruntung hanya toko ini terbakar dan tidak menyebar ke toko lainnya dan berhasil dipadamkan regu pemadam.

Menurut Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar, Imran Samad disela mendampingi gubernur, penyebab kebakaran belum bisa dipastikan karena arus pendek atau kemungkinan "human error" (kelalaian manusia).

"Bukan arus pendek, kuat dugaan akibat `human error`. Tetapi untuk hasil resminya nanti biar dari kepolisian yang menyampaikan setelah labfor forensik melakukan olah Tempat Kejadian Perkara," katanya.

Dia menyebutkan, tim yang diturunkan untuk memadamkan api sebanyak 30 unit damkar dengan 120 personel pemadam.

Pemilik Toko Ardila, Ismi mengakui api berasal dari rukonya yang berdagang seprei serta kain alas tidur. Mengenai penyebabnya, dirinya tidak tahu karena sedang berada di luar saat itu.

"Saya berada di luar waktu terbakar, ditelepon baru saya datang tapi ruko dan jualan di dalam habis terbakar. Kalau kerugian lebih dari Rp2 miliar," katanya terlihat sedih.
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar