Orang Tidak Kreatif Jadi Ancaman Terbesar

id wakil walikota makassar, syamsu rizal, jaman now

Wakil Wali Kota Makassar Syamsu Rizal saat membuka Seminar Ekonomi Nasional, di Gedung Phinisi Universitas Negeri Makassar, Sabtu (18/11). (FOTO/Humas Pemkot Makassar)

Makassar (Antara Sulsel) - Wakil Wali Kota Makassar Syamsu Rizal MI mengatakan, lajunya perkembangan informasi dan teknologi di era sekarang atau lebih umum "jaman now" juga menjadi tantangan bagi para pemuda kreatif.

"Jadi sekarang ini adalah dunianya anak muda, era millenial di mana teknologi informasi sangat pesat. Kalau ada pemuda pemuda yang tidak kreatif di jaman now ini, maka itu akan menjadi ancaman paling besar," ujar Syamsu Rizal MI di Makassar, Minggu.

Ia mengatakan, ancaman yang ditimbulkan dari pesatnya teknologi informasi itu juga punya nilai positif karena bisa menjadi peluang yang sangat besar bagi para pemuda kreatif.

Karenanya, dirinya mendorong kepada para pemuda khususnya mahasiswa agar bisa ambil bagian dalam menciptakan ide-ide brilian dalam mennghadapi era millenial saat ini.

"Jika kita mampu memanfaatkan situasi ini dengan baik, maka ancaman itu bisa menjadi peluang yang luar biasa perspektifnya dalam konteks kita sebagai mahasiswa," katanya.

Deng Ical -- sapaan akrab Syamsu Rizal menyebut jika ada tiga sektor ekonomi kreatif yang tengah berkembang dengan pesat dan memiliki potensi yang tinggi untuk dikembangkan.

Ketiganya yakni, fashion, kuliner, dan kerajinan tangan (crafts). Ketiga sektor ekonomi kreatif ini telah ditetapkan oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan di lini masa atau media sosial memang sedang gencar promonya.

"Jadi ada tiga sektor yang menurut Badan Ekonomi Kreatit, seperti fashion, kuliner, sama crafts. Tapi sebenarnya masih ada sangat banyak sektor dan ini hanyala contoh saja. Di sekitar kita ada banyak yang bisa dikembangkan dan model pemasaran daring (online) paling laku," terangnya.

Diungkapkannya, pada 2014, pemerintah sudah melihat bahwa ekonomi kreatif adalah salah satu peluang utama bagi indonesia, karena jumlah penduduknya serta sumber daya alam dan manusianya yang mendukung.

"Kita dulu itu selalu bangga dengan minyak dan batu bara. Tetapi 22 tahun kemudian itu semua hilang, sehingga itu menjadi ancaman bagi bangsa ini dan itu perlu diperbaiki," tuturnya

Karenanya, pada tahun 2014 pemerintah telah membuat Undang Undang Nomor 7 tentang Badang Ekonomi Kreatif Nasional untuk menjawab semua tantangan tersebut.

"Jadi kontribusi ekonomi kreatif setelah di treatmen untuk sekarang ini sudah menembus angka Rp952 triliun, kurang lebih 22 persen dari strukur APBN," terangnya.

Ketua PMI Cabang Makassar itu, menambahakan, perkembangan ekonomi nasional tidak lagi bertumpu pada minyak, pertanian dan maritim tetapi ekonomi kreatif.
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar