Pertamina Dan Pemprov Sulsel Kampanyekan "Bright Gas"

id pertamina mor vii, pemprov sulsel, bright gas

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (kedua kanan), GM PT Pertamina MOR VII Joko Pitoyo (kanan) saat kampanye penggunaan Bright Gas 5,5 kg kepada ASN Sulsel di Makassar, Senin (4/12). (ANTARA FOTO/Dewi Fajriani)

Makassar (Antara Sulsel) - PT Pertamina (Persero) Marketing Operasional Regional (MOR) VII bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) mengkampanyekan penggunaan Bright Gas 5,5 kg sebagai produk LPG non-subsidi kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) Sulsel.

"Program kerja sama ini bertujuan agar ASN menjadi role model atau contoh bagi masyarakat menengah ke atas baik dari sektor rumah tangga maupun usaha untuk beralih dari LPG 3 kg subsidi ke produk Bright Gas 5,5 kg yang non-subsidi," kata General Manager (GM) Pertamina MOR VII Joko Pitoyo di Makassar, Senin.

Pertamina MOR VII pada Senin ini menggelar kegiatan Gerakan 1000 Kebaikan Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulsel "Membangun Budaya Baru Pemanfaatan Energi yang Berkedaulatan" di Makassar.

Joko mengatakan sejak 9 November 2017, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin telah menetapkan Seruan Gubernur Nomor 541/7472/DESDM tentang Larangan Penggunaan LPG Tabung Ukuran 3 kg.

Seruan ini, kata dia, berisi imbauan kepada beberapa pihak untuk tidak menggunakan LPG bersubsidi.

Pihak pertama yang diimbau tidak menggunakan gas bersubsidi adalah pegawai negeri sipil (PNS ) dan calon PNS Sulsel.

Kedua, para pelaku usaha selain usaha mikro yang memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp50 juta tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha, atau memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp300 juta.

Terakhir, kepada seluruh masyarakat Sulsel yang mempunyai penghasilan lebih dari Rp1,5 juta per bulan dan tidak memiliki surat keterangan tidak mampu dari kelurahan setempat.

Sebagai dukungan bagi para PNS Sulsel untuk menggunakan Bright Gas 5,5 kg, Pertamina memberikan fasilitas berupa penukaran dua buah tabung LPG 3 kg menjadi 1 tabung Bright Gas 5,5 kg dengan biaya Rp42.000 ditambah harga isi ulang Bright Gas 5,5 kg.

Menurut Joko Pitoyo, Pertamina mendukung imbauan pemerintah untuk penggunaan LPG tepat sasaran, terlebih karena adanya kuota terhadap penyaluran LPG 3 kg yang ditetapkan oleh pemerintah yang terkait dengan subsidi dan pembiayaan negara.

Untuk memberikan pilihan bagi masyarakat akan produk berkualitas, kata dia, Pertamina telah menyediakan pilihan produk LPG non-subsidi, yaitu Bright Gas 5,5 kg dan 12 kg yang sudah tersedia di wilayah Sulsel.

"Pertamina sudah mendistribusikan produk Bright Gas 5,5 kg di Provinsi Sulsel sejak Desember 2016. Bright Gas 5,5 kg saat ini sudah tersedia di agen, pangkalan, dan SPBU provinsi Sulsel," ucapnya.

Kegiatan yang dibuka oleh Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo ini dimeriahkan juga dengan kegiatan Fun Cooking Competition yang diikuti oleh seluruh SKPD Provinsi Sulawesi Selatan dan pengundian doorprize berupa kompor dan regulator.
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar