Atlet Muaythai Sulsel siap berlaga di PON

id muaythai,pon xx papua

Cabang olahraga Muaythai (dokumentasi Antaranews Sulsel/Dewi Fajriani)

Kami menyambut gembira rekomendasi KONI Papua terhadap tujuh cabang olahraga baru yang akan dipertandingkan resmi di PON XX Papua, termasuk cabang Muaythai
Makassar (Antaranews Sulsel) - Ketua Harian Muaythai Indonesia (MI) Sulawesi Selatan, Nurrahmi menyatakan kesiapannya untuk ikut berlaga pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua tahun 2020.

"Kami menyambut gembira rekomendasi KONI Papua terhadap tujuh cabang olahraga baru yang akan dipertandingkan resmi di PON XX Papua, termasuk cabang Muaythai," ucapnya di Makassar, Minggu.

Selain cabang olahraga muaythai, KONI Papua juga merestui enam cabang lainnya yakni rugby, gateball, woodball, petanque, tarung derajat dan olahraga dansa.

Berdasarkan SK KONI Papua, rekomendasi ini merupakan hasil dari rapat anggota tahunan KONI Provinsi Papua terkait penetapan cabang olahraga yang akan dipertandingkan di daerah tersebut.

Masuknya tujuh cabang itu, tentu saja dikarenakan menjadi cabang olahraga yang berpotensi bagi tim tuan rumah Papua dalam meraih medali.

"KONI Papua dalam surat itu berharap agar tujuh cabang olahraga ini disetujui (PB PON). Kami juga akan lebih fokus dalam menyiapkan atlet terbaik," ujarnya.

Sementara itu, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Selatan mengatakan, 205 atlet diputuskan lolos dalam proses seleksi untuk bergabung dalam program pembinaan "Sulsel Prima" proyeksi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 di Papua.

Ketua pelaksana tes kondisi fisik dan Kesehatan, Abraham Razak, mengatakan ratusan atlet itu berasal dari sejumlah cabang olahraga diantaranya karate, pencak silat, kempo, yongmodo, tinju, sepak takraw, senam, atletik, renang indah, layar.

Selanjutnya selam, tarung derajat, bulu tangkis, dayung, judo, renang terbuka, selancar, polo air, hingga bola basket.

Adapun atlet muaythai belum masuk karena belum adanya kepastian cabang Olahraga itu dipertandingkan di PON 2020.
Pewarta :
Editor: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar