Ikan Bandeng Sulsel berpotensi menjadi proritas ekspor

id bandeng,sulkaf f latif,kepala dkp sulsel

Ilustrasi ikan bandeng (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)

Jadi kita tentu mendorong untuk menghasilkan ikan bandeng yang layak ekspor. Memang untuk ikan bandeng merupakan salah satu unggulan ekspor Sulsel
Makassar (Antaranews Sulsel) - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan Sulkaf S Latief mengatakan ikan bandeng yang merupakan primadona baru di daerah itu cukup berpotensi menjadi salah satu produk prioritas ekspor.

Sulkaf S Latief di Makassar, Jumat, mengatakan masih akan melihat perkembangan ke depan termasuk bagaimana Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) pemerintah provinsi Sulawesi Selatan.

"Kita memang melihat perkembangan ekspor ikan bandeng Sulsel memang cukup baik selama dua tahun terakhir. Meski belum menjadi prioritas ekspor Sulsel, namun kami kira ada potensi terwujud ke depan," katanya.

Untuk target ekspor ikan bandeng pada tahun 2018, ia hanya berharap minimal bisa menyamai jumlah ekspor yang dilakukan pada tahun 2017.

Pihaknya juga akan terus mendorong para pengusaha untuk bisa konsisten dalam ekspor ikan bandeng ke berbagai negara.

"Jadi kita tentu akan tetap fokuskan untuk menjaga jumlah ekpsor ikan bandeng pada tahun ini. Ikan bandeng itu pada awalnya memang hanya kita fokuskan untuk kebutuhan dalam negeri, namun belakangan memang cukup diminati pula oleh sejumlah negara" katanya.

Data Dinas Kelautan dan Perikanan mencatat sepanjang 2017 tercatat sebanyak 1.208,8 ton ikan bandeng dikirim ke berbagai negara seperti Taiwan, Sri Langka, Korea Selatan dan Afrika Selatan.

Selanjutnya juga diekspor ke Vietnam, Ghana, Tiongkok dan termasuk pula Amerika Serikat yang memang menjadi salah satu tujuan ekspor.

Berdasarkan data dari karantina ikan, Taiwan merupakan negara yang paling banyak memesan ikan bandeng dari Sulawesi Selatan yakni sebanyak 573.402 kilogram.

Kemudian disusul Sri Langka (189.000 kilogram), Korea Selatan (171.500 kilogram), Afrika Selatan (133.000 kilogram), Vietnam (53.089 kilogram), Ghana (52.000 kilogram), Tiongkok (26.000 kilogram), serta Amerika Serikat sebanyak 10.837 kilogram.

Besarnya potensi ekspor untuk ikan bandeng ini tentu menjadi peluang bagi para petambak Sulawesi Selatan yang tersebar di berbagai kabupaten seperti Kabupaten Maros, Kabupaten Pangkep, Kabupaten Barru dan sebagainya untuk terus fokus mengembangkan budidaya ikan bandeng.

"Jadi kita tentu mendorong untuk menghasilkan ikan bandeng yang layak ekspor. Memang untuk ikan bandeng merupakan salah satu unggulan ekspor Sulsel," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar