Logo Header Antaranews Makassar

Murid kelas enam SD jadi kepsek sehari

Rabu, 2 Mei 2018 20:38 WIB
Image Print
Imam Al-Gazali murid kelas VI SD Negeri Kompleks Sambung Jawa ketika menjadi kepala sekolah sehari pada peringatan Hardiknas di SD Negeri Kompleks Sambung Jawa, Makassar, Rabu (2/5). (Muh. Hasanuddin)
Saya ingin jadi Menteri Pendidikan nanti kalau sudah menjadi orang dewasa. Saya mau belajar terus supaya cita-citaku bisa terwujud

Makassar (Antaranews Sulsel) - Peringatan Hari Pendidikan Nasional di berbagai daerah diperingati secara serentak dan dengan cara yang berbeda-beda termasuk di Makassar, khususnya di SD Negeri Kompleks Sambung Jawa, di mana salah satu murid kelas VI menjadi kepala sekolah sehari.

Kepala Sekolah SD Negeri Kompleks Sambung Jawa, Fahmawati di Makassar, Rabu, mengatakan, peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diperingati setiap tanggal 2 Mei ini pun dijadikan sebagai ajang aktualisasi diri bagi para siswanya.

"Kita punya cara berbeda dan lebih kepada mendorong anak-anak kita untuk bisa tampil dan mengambil perannya dalam peringatan Hardiknas ini," ujarnya.

Adapun murid kelas VI SD yang menjadi kepala sekolah sehari yakni Imam Al-Gazali.

Selain menjadi kepala sekolah, murid kelas V lainnya yakni Saskia Salsa juga menjadi guru sehari dengan mengajar di kelas 1A.

Kedua siswa kelas lima dan enam SD itu memang sudah dilatih jauh-jauh hari dan tiba waktunya pada peringatan Hardiknas, keduanya pun diberikan pakaian Korpri dan mengawalinya dengan memimpin upacara.

Sedangkan Kepala Sekolah Fahmawati yang perannya diambil oleh Imam Al-Gazali menjadi peserta upacara, sama seperti dengan guru-guru dan siswa lainnya.

Dalam sambutannya, Imam menyampaikan makna peringatan Hardiknas, yakni membuat para pelajar semakian giat menuntut ilmu. Juga agar murid dan guru-guru senantiasa mengingat sejarah Hardiknas, termasuk sosok di baliknya, Ki Hajar Dewantara.

Imam juga mengucapkan terima kasih kepada para guru yang sudah mendidik dirinya dan teman-temannya dengan tulus, ikhlas dan penuh kasih sayang.

"Saya bangga karena anak-anak saya tidak canggung dan mampu menjalankan peran dan fungsinya meskipun itu hanya sehari saja," kata Fahmawati.

Upacara yang dijadikan sebagai Sekolah Ramah Anak (SRA) itu, seluruhnya diperankan oleh murid-murid dari kelas berbeda. Kepala sekolah Fahmawati, dan guru-guru hadir sebagi peserta upacara.

Usai upacara, Imam memberikan penghargaan kepada sejumlah murid berprestasi yang memenangkan lomba, baik pada ajang yang diadakan di lingkup sekolah maupun pada tingkat Kota Makassar. Penghargaan juga diberikan kepada guru-guru yang sudah menunjukkan dedikasinya sebagai pendidik.

Selain menjadi Kepala Sekolah Sehari, juga dilaksanakan kegiatan menjadi guru sehari. Bertindak sebagai guru adalah Saskia Salsa, murid kelas 5 yang mengajar di kelas 1A.

Dua aktivitas ini, kata Fahmawati merupakan bagian dari program KePo (Kenali Progesi) yang memang dikembangkan di sekolah ini. Program ini hendak memotivasi anak-anak merasakan bagaimana menjalankan profesi tertentu biar nanti mereka punya banyak pilihan cita-cita.

Sementara itu, Imam Al-Gazali yang dimintai tanggapannya usai menjadi kepala sekolah sehari itu mengaku bangga dan senang bisa terpilih dan menjalankan tugasnya. Dia pun bercita-cita ingin menjadi Menteri Pendidikan di kemudian hari.

"Saya ingin jadi Menteri Pendidikan nanti kalau sudah menjadi orang dewasa. Saya mau belajar terus supaya cita-citaku bisa terwujud," kata Imam Al-Gazali.

Imam Al Gazali (kiri) siswa kelas VI dan Saskia Salsa (kiri) siswa kelas V SD Negeri Kompleks Sambung Jawa menjadi kepala sekolah dan guru kelas sehari pada acara peringatan Hardiknas di Makassar, Rabu. (Foto ANTARA/Muh. Hasanuddin)



Pewarta :
Editor: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026